Banyumas Raya

Jakarta – Masalah polusi udara adalah persoalan bersama yg harus diatasi bersama oleh masyarakat maupun pemerintah.
Menurut DR. Dr. Agus Dwi Susanto, So.P(K), FAPSR dari Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI), melihat besarnya persoalan kesehatan yg bisa timbul akibat polusi udara khususnya di kota Jakarta, Perhimpunan Dokter Paru lndonesia (PDPI) memberikan dua saran upaya pencegahan dan penanganan yg mampu dikerjakan baik masyarakat maupun pemerintah.
“Pada masyarakat ikut berperan aktif mengurangi sumber polusi udara seperti beralih dari kendaraan pribadi ke moda transportasi massal, tak membakar sampah sembarangan dan lainnya,” kata DR. Dr. Agus Dwi Susanto, So.P(K), FAPSR, Jakarta, Rabu, (31/07/2019).
Kemudian meminimalkan terkena pajanan polusi udara seperti :
1. Mengurangi aktivitas di luar ruangan pada ketika kualitas udara tak sehat (Air Quality Index > 150)
2. Hindari aktivitas fisik berat termasuk olah raga apabila berada di luar ruangan pada ketika kualitas udara tak sehat (Air Quality Index > 150).
3. Apabila beraktivitas di luar ruangan, hindari kawasan atau area dengan kualitas udara yg tak sehat dan berbahaya (Air Quality Index > 150).
4. Memantau kualitas udara secara realtime buat mampu mengambil keputusan beraktivitas di luar rumah.
5. Menggunakan masker atau respirator bagi mengurangi masuknya partikel ke dalam saluran napas dan paru (terutama bila beraktivitas di luar ruangan).
“Disarankan masker atau respirator dengan kemampuan filtrasi partikel yg maksimal (kemampuan filtrasi 95 persen). Perhatikan cara penggunaan masker atau respirator yg benar dan tepat,” tambahnya.
Dia menambahkan, penggunaan masker atau respirator yg tak benar mengurangi efektivitas proteksi memfiltrasi atau menyaring partikel.
“Apabila berkendaraan mobil, tutup segala jendela mobil dan nyalakan AC dengan mode recirculate,” ujarnya.
Apabila berada di dalam ruangan, jaga kualitas udara dalam ruangan tetap baik dengan tak tidak mengurangi polusi di dalam mangan misalnya tak merokok, tak menyatakan lilin atau perapian ataupun sumber api lainnya dalam ruangan.
“Penggunaan tanaman dalam ruangan yg mempunyai kemampuan air puntier atau peralatan air purmer disarankan bagi menjaga kualitas udara dalam ruangan tetap baik,” katanya.
6. Lakukan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti makan bergizi, istirahat cukup, cuci tangan, tak merokok dan lainnya. Memperbanyak konsumsi sayur dan buah. buahan pada dua penelitian dilaparkan mampu mengurangi dampak polusi udara.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

