Banyumas Raya

Jakarta – Pajanan polusi udara jangka panjang (kronik) berhubungan dengan infeksi Saluran pernapasan akut (ISPA) dan masih banyak lagi.
Efek jangan panjang lainnya adalah penurunan fungsi paru, peningkatan risiko timbul asma dan PPOK serta kanker paru.
“WHO (World Health Organization) memperkirakan bahwa penyakit tak menular (PTM) merupakan stroke, jantung iskemik, PPOK dan kanker paru terkait polusi udara menyebabkan 62.000 kematian di lndonesia tahun 2012,” kata DR. Dr. Agus Dwi Susanto, So.P(K), FAPSR dari Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Jakarta, Rabu, (31/07/2019).
Beberapa penelitian lokal di Indonesia memperlihatkan polusi udara berhubungan dengan persoalan kesehatan paru seperti penurunan fungsi paru (21 persen sampai 24 persen), asma (1.3 persen), PPOK (prevalens 6.3 persen pada bukan perokok) dan kanker paru (4 persen dari masalah kanker paru).
“Disisi yang lain polusi udara harus menjadi perhatian serius segala pihak karena berdampak juga pada penurunan produktivitas kerja, angka bolos sekolah dan mangkir kerja karena menderita sakit akibat dampak polusi udara yg buruk,” tambahnya.
Penelitian Hasuman dkk menuniukkan peningkatan partikular di udara berhubungan dengan 10 persen peningkatan mangkir kerja. Penelitian oleh Neidel M di Amerika Serikat memamerkan bahwa polusi udara berhubungan dengan penurunan produktivitas kerja.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

