Banyumas Raya

Madinah – Tim Sanitarian Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kesehatan, melakukan inspeksi ke PT. Al-Andalus Catering, salah sesuatu perusahaan penyedia katering makanan buat jemaah haji Indonesia di Madinah.
Pada kesempatan tersebut tiga orang tim sanitarian diterima oleh kepala produksi dan dibawa mengelilingi pabrik bagi melihat proses produksi makanan. Inspeksi dikerjakan pada dua tempat dan tahapan.
Mulai dari tahapan penerimaan bahan baku, penyimpanan bahan makanan di ruangan pendingin, kemudian pembersihan atau pencucian bahan makanan, proses pemasakan, dahulu penyajian hingga pengepakan makanan yg bersiap dikirim ke kloter.
“Kami melakukan pengawasan dari persiapannya jadi ke dapurnya. Bagaimana menyiapkan bahan mentah itu kita lihat bahan-bahannya kemudian tempat penyimpanannya juga apakah telah baik memenuhi syarat atau tidak,” jelas Ali Wardana, penanggungjawab sanitasi Daker Madinah, seperti yg dikutip dari siaran pers, Senin, (15/07/2019).
Ketika tim sanitarian datang, perusahaan katering tersebut tengah mempersiapkan pasokan makan siang jemaah di dua kloter yg sudah datang di Madinah, seperti jemaah yang berasal Embarkasi Surabaya, Batam, dan Ujungpandang. Jumlah paket makanan yg sedang disiapkan dan mulai dikirimkan berjumlah 1.365 kotak.
Selain itu inspeksi juga dikerjakan buat mengecek tingkat kehigienisan air, kecukupan cahaya di ruang masak, pemeriksaan batas waktu kedaluwarsa bahan baku, serta kebersihan pegawai dan lingkungan sekitar perusahaan tersebut.
Meskipun ada dua catatan perbaikan, tapi secara umum hasilnya baik. Makanan dan minuman yg diproduksi tersebut dinilai layak bagi dikonsumsi para jemaah haji Indonesia.
“Kemenkes milik andil besar dalam melindungi kesehatan jemaah haji melalui pemeriksaan makanan dan minuman ini,” kata Dr. dr. Eka Jusup Singka, MSc, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes.
Proses inspeksi dikerjakan ke semua katering yg ditunjuk oleh Kementerian Agama. Metode yg digunakan ialah organoleptik, merupakan cara bagi mengetahui bau, rasa, dan rupa makanan secara kasat mata.
Petugas pemeriksa juga mulai mengisi form instrumen yg berisi indikator penilaian. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, Tim Sanitarian juga memiliki metode dan peralatan yang lain buat menguji kandungan bakteri dan kimia dari makanan dan minuman dengan memakai Sanitarian Field Kit.
Perusahan katering hanyalah salah sesuatu lokus dari pengawasan, pemantauan, dan pemeriksaan sanitasi yg dikerjakan oleh Sanitarian Kemenkes.
Lokasi lainnya yg juga dikerjakan inspeksi ialah Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah dan hotel/pondokan tempat jemaah haji tinggal yg dikerjakan secara acak.
Meski demikian, segala perusahaan penyedia katering wajib mengirimkan sampel makanan dan minuman ke tim sanitarian di KKHI Madinah buat diperiksa terlebih dulu sebelum didistribusikan kepada jemaah, sehingga mampu dijamin keamanannya.
“Jemaah haji perlu dilindungi dari makanan dan minuman yg dikelola usaha jasa boga yg tak memenuhi persyaratan higiene sanitasi agar tak membahayakan kesehatan,” ujar Dr. Rosidi Roslan, SH, SKM, MPH, Koordinator Sanitarian PPIH Arab Saudi 2019.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

