Banyumas Raya

Jantung adalah salah sesuatu organ vital tubuh kita. Jika kinerjanya tak maksimal, maka kesehatan kalian pun mulai terganggu. Karena tugas jantung adalah memompa darah ke semua bagian tubuh kita. Nah, sekarang apakah anda kadang mengalami nyeri di dada? Kalau iya, anda wajib waspada dan langsung memeriksakannya ke dokter. Karena mampu jadi itu adalah penyakit jantung. Salah sesuatu pertanda bahwa seorang terkena penyakit jantung adalah kadang mengalami nyeri di bagian dada.
- Eks napi korupsi Wa Ode Nurhayati akui ikut pertemuan bahas proyek e-KTP
- 15 Menit ‘ngumpet’ di dalam sungai, jambret di Sunter akhirnya menyerah
- PSI prediksi Cawapres Jokowi telah dikenal masyarakat
“70 persen orang dengan penyakit jantung koroner gejalanya nyeri dada khas, di belakang tulang dada atau lebih kiri sedikit mampu menjalar ke lengan kiri ke belakang hingga ke leher,” ujar spesialis jantung dan pembuluh darah dari RSPI Puri Indah, dr. Johan Winata, Sp.JP (K) mengenai tanda serangan jantungyang perlu diwaspadai.

tanda penyakit jantung 2018 liputan6.com
Sensasinya beragam antara masing-masing penderita, ada yg seperti ditusuk-tusuk, diremas-remas, hingga terbakar. Sementara itu, 30 persen sisanya nyeri dada yg muncul tidak khas, yakni mual, nyeri di bagian rahang dan gigi, jari manis dan nyeri di dada sebelah kanan.
Pada mereka yg menderita penyakit jantung koroner, ada beberapa penyebab yg menyebabkan mereka merasakan nyeri dada, yakni penyempitan dan serangan jantung.
“Kalau penyempitan, semakin lama semakin menyempit aliran darah berkurang. Biasanya timbul kalau kami exercise nyerinya. Aliran darah mengalir terbatas. Ketika istirahat, lama-lama nyeri hilang. Kerja jantung ringan lagi,” papar Johan.
Nyeri dada dan keringat dingin
Sementara pada serangan jantung, penderita umumnya merasakan nyeri dada lebih berat disertai keringat dingin, mual dan muntah. “Kalau serangan jantung, istirahat nyerinya tak hilang. Nyeri selalu menerus. Bisa timbul ketika istirahat. Banyak pikiran tekanan darah naik, gumpalan darah muncul,” tutur Johan.
“Misalnya beberapa bulan dulu nyeri sedikit tapi dua hari ini nyerinya makin sering. Hilangnya makin lama. Itu telah masuk serangan jantung,” imbuh dia.
Berbeda halnya bila seseorang merasakan nyeri dada bukan disebabkan penyakit jantung. Biasanya, ada sejumlah posisi duduk atau postur tertentu yg membuatnya tiba-tiba merasakan nyeri. “Ibu menyusui, ASI enggak keluar, dapat nyeri dada. Posisi lama pegang stang motor juga mampu membuat nyeri,” kata Johan. (Antara/Lia Wanadriani Santosa)
Penyakit jantung adalah salah sesuatu penyakit yg banyak penderitanya di Indonesia. Penyebabnya antara yang lain dari pola makan dan pola hidup yg buruk. Sering mengonsumsi junk food dan jarang berolahraga misalnya. Maka dari itu mulailah hidup secara sehat dari sekarang.
Sumber: Liputan6.com [mg2]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

