Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
Banyumas Raya

Jakarta – Memiliki mata yg sehat dan bisa melihat dengan baik adalah harapan segala orang.
Untuk memiliki penglihatan yg sempurna sering orang-orang lebih memilih jalan pintas tanpa tahu akibat yg mulai dihadapi.
Salah sesuatu fenomena sehat cara instan yg banyak dibicarakan akhir-akhir ini adalah kacamata ion.
Jika Anda mencari kacamata ion di search engine, maka mulai banyak bermunculan website dan link market place yg menjual kacamata ion secara online.
Secara yakin diri kacama ion memproklamirkan sebagai alat kesehatan mata yg dapat mengeluarkan gelombang ion dan sinar infra merah gelombang jauh yg bermanfaat buat kesehatan mata, apalagi seandainya dipakai selama 8 jam sehari.
Kondisi medis yg diklaim mampu diobati dengan kacamata ion adalah kelainan refraksi (mata minus atau plus), silinder, mata kering, buta warna, diabetik retinopati, glaukoma, hingga katarak.
Menghadapai banyaknya masyarakat yg terlanjur yakin dengan kacamata ion, dr. Gitalisa Andayani, Sp.M (K) menyampaikan bahwa penyakit mata seperti katarak itu terjadi pada anatomi mata sedangkan bagi buta warna adalah penyakit kongenital (bawaan lahir), sehingga penggunaan kacamata ion tak dapat memberikan kesembuhan.
Selain itu beliau juga menyebutkan bahwa kacamata ion belum terbukti secara medis.
“Sehingga belum bisa dipercaya atas seluruh klaim manfaatnya, sehingga dihimbau buat masyarakat bagi tak gampang percaya,” kata Gitalisa di acara Optik Tunggal, Plaza Indonesia, Senin, (18/11/2019).
Dr. Gitalisa Andayani, Sp.M (K) juga menyarankan apabila telah terdeteksi memiliki penyakit mata, sebaiknya lakukan pemeriksaan dengan dokter mata sedangkan
untuk miopi atau hipermetropi harus diperiksa di optic dan diberi alat bantu penglihatan seperti kacamata.
Menanggapi pemberitaan mengenai maraknya kacamata ion, Alexander F. Kurniawan, chairman of Optik Tunggal juga menyanyangkan terjadinya fenomena ini.
Beliau menyebutkan seharusnya masyarakat lebih bijak lagi dalam menghadapi penyakit mata.
“Jika terjadi katarak, glaukoma, diabetik retinopati cuma mampu diobati melalui tindakan medis dan obat-obatan. Namun kelainan mata seperti minus atau plus, harus menggunakan kacamata, soft lens atau ortho-K maupun tindakan lasik,” papar Alexander F. Kurniawan.
Optik Tunggal memiliki alat pengecekan berteknologi tinggi yg mampu melakukan pengecekan mata secara akurat buat kelainan rekfraksi pada mata maupun indikasi seperti dry eyes, glukoma, katarak dan keluhan mata lainnya secara gratis.
“Selain itu Optik Tunggal juga dapat memberikan pilihan lensa terbaik buat masing masing individu dengan kebutuhan penglihatan yg berbeda tergantung gaya hidup masing-masing,” tambahnya.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com
BATANG – Indonesia bersiap memasuki babak baru dalam pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Sebuah AI Factory berskala raksasa akan dibangun di Kabupaten Batang,...
Meta resmi meluncurkan aplikasi baru bernama Seller, sebuah platform khusus yang dirancang untuk membantu pengguna mengelola aktivitas jual beli di Facebook Marketplace. Aplikasi...
Sebanyak 4.000 pekerja PT Feng Tay, pabrik pemasok sepatu merek global Nike yang berlokasi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dilaporkan telah dirumahkan. Kondisi...
JAKARTA – Ancaman relokasi industri kembali membayangi sektor manufaktur Indonesia. Dua pabrik komponen otomotif yang beroperasi di Jawa Timur dikabarkan tengah mempertimbangkan pemindahan...
JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) akan menjangkau seluruh aktivitas usaha masyarakat, termasuk pelaku usaha yang menjalankan...
JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green mulai Rabu (10/6/2026). Kenaikan...
Di tengah meningkatnya kebutuhan berbagi informasi secara cepat, platform berbasis web seperti NotePaste mulai banyak digunakan oleh pengguna internet. Layanan ini menawarkan fungsi...
JAKARTA – Pemerintah berencana menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat Minyakita dalam waktu dekat. Rencana tersebut mencuat setelah pemerintah melakukan evaluasi...
JAKARTA – Pemerintah menegaskan alokasi gaji bagi manajer Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian dari strategi memperkuat fondasi ekonomi desa, bukan pemborosan anggaran...
JAKARTA – Di tengah tekanan ekonomi dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pusat perbelanjaan, kedai kopi, hingga restoran di berbagai...
CILACAP — Kabupaten Cilacap menjadi salah satu wilayah di Jawa Tengah yang perlu mendapat perhatian serius dalam pengurangan risiko bencana, khususnya terhadap ancaman...
BATANG – Indonesia bersiap memasuki babak baru dalam pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Sebuah AI Factory berskala raksasa akan dibangun di Kabupaten Batang,...
JAKARTA – Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda membuat sebaran material vulkanik meluas ke sejumlah wilayah Pulau Jawa dan Sumatra. Selain abu...
SEOUL – Bergabungnya pevoli putri Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi dengan Hyundai Hillstate menjadi sorotan besar di Korea Selatan. Kehadiran opposite hitter asal Indonesia...
SACHSENRING, JERMAN – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pembalap muda Indonesia, Kiandra Ramadhipa, yang berhasil menjuarai Race 2 Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026...
JAKARTA – Penyidik gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menyita 74 kilogram emas...
JAKARTA – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri tengah menyidik dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam pengadaan...
BEIJING – Pengadilan di Provinsi Jiangsu, China, menjatuhkan hukuman mati kepada mantan pejabat Kota Nanjing, Yang Youlin, setelah dinyatakan bersalah menerima suap senilai...
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, menegaskan bahwa seluruh pegawai Koperasi...
China Buka Rumah Sakit dengan 14 Dokter AI Pertama di Dunia China...
Jakarta - Heboh temuan Thailand terkait kemungkinan residu kimia berbahaya yang berisiko...
Jakarta - Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi buka suara...