Banyumas Raya

Sejumlah artikel pernah mengupas soal manfaat kacang yg mampu menurunkan risiko sakit jantung. Hal itu memang benar karena kacang mengandung asam lemak tidak jenuh, serat, dan mineral yg tinggi. Tapi, ada syaratnya.
- Sakit jantung, napi narkoba di Agam meninggal dunia
- Dada kiri sakit, Jessica diperiksa 3 dokter ahli jantung
- Diduga sakit jantung, pria paruh baya tewas di dalam mobil
Sebuah penelitian dari Swedia yg diterbitkan dalam Heart menemukan bahwa manfaat yg didapat dari mengonsumsi kacang tersebut sangat bergantung pada pola hidup sehat seseorang.
Melansir New York Times, peneliti melakukan riset pada 61.364 orang dewasa berumur 17 tahun ke atas. Mereka meminta peserta buat mengisi kuesioner terkait diet, gaya hidup, dan faktor risiko penyakit kronis lainnya.
Hasil penelitian memamerkan konsumsi kacang berhubungan dengan lebih rendahnya risiko penyakit jantung, gagal jantung, stroke, serta detak jantung yg cepat dan tak teratur–yang disebut fibrilasi atrium atau A-fib.
Tapi ada faktor yg luput diteliti. Mereka yg rutin mengonsumsi kacang ternyata rata-rata masih berusia muda dan berpendidikan tinggi. Orang-orang ini juga telah dari sananya memiliki indeks masa tubuh yg lebih rendah, lebih aktif secara fisik, memiliki kemungkinan merokok lebih kecil, dan rajin mengonsumsi buah dan sayuran.
Ketika para peneliti mengendalikan faktor-faktor tersebut, manfaat yg mulai didapatkan dari konsumsi kacang ternyata cuma berpengaruh pada menurunnya risiko fibrilasi atrium dan tak memiliki efek signifikan dengan penyakit kardiovaskular lainnya.
“Ada kemungkinan penelitian sebelumnya tak mengendalikan banyak faktor seperti yg kalian lakukan. Kacang memang makanan yg baik untuk kesehatan, namun tak memberi banyak manfaat seperti yg Anda bayangkan,” ujar profesor epidemiologi dari Institut Karolinska sekaligus peneliti utama, Susanna C. Larsson, mengutip dari New York Times.
Selain konsumsi kacang, ini cara atasi fibrilasi atrium pada jantung
Fibrilasi atrium atau detak jantung yg cepat dan tak teraturini kerap menjadi persoalan kesehatan yg dipandang sebelah mata. Mengutip dari laman American Heart Association, data tahun 2009 memperlihatkan cuma 33 persen pasien salah sesuatu macam penyakit jantung tersebut yg memandang fibrilasi atrium sebagai persoalan serius.
Namun seandainya dibiarkan, penyakit ini mampu berkembang dan menyebabkan kerusakan jantung lainnya. Oleh sebab itu, selain mengonsumsi kacang, American Heart Association merekomendasikan tiga hal, yakni kenali gejalanya, lakukan penanganan yg tepat, dan kurangi risiko stroke dan gagal jantung.
Reporter:Aretyo Jevon Perdana
Sumber: Liputan6.com [ita]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

