Banyumas Raya

Siapa sangka kalau berciuman mampu menimbulkan infeksi dan menyebabkan dua penyakit. Meskipun kemungkinannya rendah, tetap saja harus menjadi sebuah perhatian.
- Sketsa wajah disebar, pelempar batu ke bocah di Depok belum juga tertangkap
- Anies tunjuk Dwi Wahyu Daryoto jadi Dirut PT Jakpro
- Dishub DKI perpendek jalur ganjil genap di kawasan Pondok Indah
Berikut adalah empat macam infeksi dampak berciuman bibir yg mampu ditularkan melalui kontak mulut ke mulut dengan orang yg terinfeksi, seperti dilansir dari Medical Daily:

penyakit yg mampu menular ketika berciuman 2018 liputan6.com
1. Herpes
Oral herpes, tidak jarang disebut sebagai luka dingin, disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1). Menurut para ahli, infeksi ini paling umum menyebar melalui ciuman dan para perempuan lebih rentan terkena persoalan ini ketimbang laki-laki. Risiko penularan juga lebih tinggi seandainya ada luka di mulut atau di bibir. Para ahli kesehatan menyarankan Anda langsung melihat area mulut sebelum mencium seseorang karena lepuh dan luka yg terkait herpes cukup terlihat.
2. Gingivitis
Gingivitis, peradangan pada gusi, adalah bentuk ringan penyakit gusi. Bakteri yg bertanggung jawab menyebabkan radang berpotensi berpindah melalui kontak dengan air liur orang yg terinfeksi. “Mencium seseorang yg memiliki penyakit gusi bisa menyebabkan orang yang lain yg sebelumnya memiliki konsentrasi rendah bakteri ‘jahat’ mengalami persoalan gigi,” kata dokter gigi yang berasal California, Mark Burhenne. Dia menambahkan, menjaga kebersihan mulut (menyikat beberapa kali sehari, flossing, dll.) adalah cara terbaik buat melindungi diri Anda dari macam bakteri ini.
3. Mononukleosis
Mononukleosis menular, kadang-kadang dikenal sebagai “penyakit berciuman”, disebabkan oleh virus Epstein-Barr (EBV). Selain berciuman, penyakit ini dapat ditularkan melalui batuk, bersin, berbagi sikat gigi atau kacamata dan lainnya. Setelah terinfeksi, seseorang bisa mengalami gejala seperti kelelahan ekstrim, sakit tenggorokan, demam, kehilangan nafsu makan, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Penyakit ini kemungkinan besar mempengaruhi orang-orang muda berusia 15-30 tahun. Menurut Mayo Clinic, EBV bisa tetap berada di ludah seseorang selama berbulan-bulan setelah infeksi. Oleh karenanya, Anda dianjurkan buat menghindari mencium orang dan berbagi makanan atau minuman sampai dua hari setelah demam mereda.
4. Sifilis
Risiko terkena sifilis dapat muncul setelah mencium seseorang. “Sifilis adalah keadaan yg sangat menular, dan salah sesuatu keunggulannya adalah perkembangan luka di mulut,” kata OB-GYN Antonio Pizarro yg berbasis di Louisiana. Luka akibat sifilis biasanya bulat dan terbuka sehingga bisa menolong bakteri (Treponema pallidum) menyebar melalui kontak dekat. “Setiap kali ada sakit terbuka dan / atau darah, secara teoritis, infeksi bisa ditularkan secara oral,” tambah Pizarro. (Antaranews/Lia Wanadriani Santosa)
Ciuman dapat berarti sebuah tanda cinta. Namun kesehatan harus lebih diutamakan. Maka dari itu perhatikanlah kesehatan dan kebersihan mulut anda dan pasangan anda supaya risiko-risiko penyakit di atas tak terjadi kepada anda dan pasangan.
Sumber: Liputan6.com [mg2]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

