Banyumas Raya

Tiga gereja di Kota Surabaya diguncang bom pada Minggu (13/5/2018). Kejadian itu seolah kembali mengingatkan bahwa fanatisme berlebihan serta kurangnya edukasi keberagaman dapat melahirkan bibit-bibit terorisme.
- Fenomena keterlibatan perempuan dan anak dalam tragedi bom Surabaya
- Ramai bom Surabaya, Rupiah dan perekonomian diklaim tak mulai makin tertekan
- Bos BKPM irit bicara terkait dampak teror bom terhadap investasi di RI
Terkait dengan peristiwa tersebut, utama untuk orangtua dan masyarakat bagi melindungi anak sedari dini dari paham-paham yg bersifat fanatisme dan ekstrem.
“Pencegahan yg mampu orangtua lakukan adalah dengan memberikan sudut pandang yang lain terhadap suatu hal,” kata psikolog klinis, Ayu Pradani Sugiyanto Putri.
“Orangtua juga mampu memberikan pandangan mengenai dampak yg mulai terjadi saat seseorang memiliki fanatisme terhadap suatu hal,” tambah Ayu.
Namun, hal ini mulai sulit apabila dalam lingkungan keluarga juga memiliki paham yg dianggap fanatik.
“Orangtua yg fanatik tentu berpengaruh pada anak, karena orangtua yaitu orang yg menerapkan nilai-nilai pada anak,” ujar Ayu.
Jika menghadapi keadaan tersebut, masyarakat juga harus dapat berperan bagi mencegah paham-paham fanatik yg mampu berbahaya untuk orang lain. Hal itu apabila memang ada rumah tangga yg dianggap meresahkan.
Masyarakat atau tetangga yg dekat dengan rumah tangga tersebut, dapat mengungkapkan keresahannya terhadap fanatisme yg dikerjakan oleh orang tersebut.
“Agar mereka menyadari bahwa perilakunya telah berdampak pada orang lain,” tambah Ayu.
Identik dengan kekerasan
Perilaku fanatik sendiri kerap dikaitkan dengan hal-hal yg negatif, bahkan sampai pada tahap kekerasan.
“Mereka tak bisa melihat sudut pandang yang lain dan dampak dari perilaku yg mereka tampilkan pada orang lain. Sehingga hal yg ditampilkan cenderung yaitu hal negatif,” ujar Ayu.
Menurutnya, selain karena mereka tak dapat melihat dari sisi yg lain, orang tersebut juga mendapatkan kepuasan dari perilaku mereka.
Sumber: Liputan6.com [ita]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

