Banyumas Raya

Jakarta – Setiap minggunya, lebih dari 2,5 juta generasi alfa lahir. Diperkirakan jumlah mereka mulai mencapai 2 juta di tahun 2025.
Anak-anak generasi alfa adalah anak yg terlahir antara tahun 2010 hingga 2024. Artinya usia tertua anak generasi alfa ketika ini masih 9 tahun.
Menurut Mark McCrindle, seorang peneliti sosial, anak-anak generasi alfa yaitu generasi milenial yg sesungguhnya karena mereka seluruh terlahir di abad ke-21.
Mark mendefinisikan bahwa generasi alfa yaitu generasi yg paling banyak mengenyam pendidikan formal.
Sedangkan psikolog Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S. Psi. menyatakan, karakteristik penting generasi alfa adalah lahir di era teknologi digital.
“Jadi mereka terlahir segera terpapar teknologi dan tak terperangah lagi dengan kecanggihan smartphone, augmented reality (AR), virtual reality, dan lain-lain. Kecanggihan teknologi dianggap sebagai bagian sehari-hari,” katanya seperti yg dikutip dari siaran pers dari GueSehat, Jakarta, Rabu, (24/07/2019).
Pola Pengasuhan Anak Generasi Alfa dapat terlihat. Orangtua anak generasi alfa kebanyakan berasal dari generasi Y atau generasi milenial.
Mereka pun telah sangat familiar dengan teknologi. Otomatis mereka lebih gampang mencari keterangan seputar pola asuh maupun tumbuh kembang anak.
Guesehat melakukan survei tentang pola asuh orang tua yg memiliki anak usia 0-9 tahun dari semua Indonesia. Ada 411 Ibu yg berpartisipasi.
Dapat ditebak bahwa sebagian besar 65,7 persen Ibu mengaku mendapatkan keterangan seputar pola asuh dan tumbuh kembang anak melalui media dan internet. Selebihnya 22,1 persen dari keluarga, serta 5,1 persen dari dokter anak. (tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

