Kota Beit Shemesh, wilayah barat Yerusalem, dihujani misil balistik Iran pada Minggu sore (1/3/2026). Serangan tersebut menyebabkan sedikitnya delapan orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka, menurut laporan Reuters.
Ledakan terdengar di sejumlah titik pusat kota. Bangunan dan kendaraan dilaporkan rusak parah akibat hantaman rudal yang disebut memiliki daya ledak besar. Tim penyelamat dan puluhan ambulans dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi korban serta melakukan penanganan medis darurat.
IDF Akui Gagal Antisipasi
Israel Defense Forces (IDF) menyatakan pihaknya gagal sepenuhnya mengantisipasi gelombang serangan udara tersebut. Media lokal melaporkan bahwa sistem pertahanan udara Israel tidak mampu mencegat seluruh proyektil yang masuk, sehingga beberapa misil berhasil menghantam area permukiman.
Otoritas Israel langsung menetapkan status siaga tinggi. Warga diminta tetap berada di dekat tempat perlindungan dan mengikuti arahan keamanan yang dikeluarkan pemerintah.
Eskalasi Usai Kematian Khamenei
Serangan balasan Iran ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik kedua negara. Situasi memanas setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan sebelumnya yang dikaitkan dengan operasi militer Israel.
Kematian Khamenei bersama sejumlah pejabat tinggi militer Iran disebut menjadi pemicu utama respons keras Teheran. Pemerintah Iran sebelumnya menyatakan akan memberikan balasan “tegas dan terukur” terhadap setiap agresi yang dilakukan Israel.
Dunia Soroti Risiko Perang Terbuka
Komunitas internasional kini memantau ketat perkembangan konflik ini. Sejumlah negara menyerukan penurunan eskalasi dan mendesak kedua pihak menahan diri guna mencegah perang terbuka yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi terbaru dari pemerintah Israel mengenai jumlah total korban maupun potensi serangan lanjutan.

