TEHERAN – Pemerintah Iran menuduh Amerika Serikat dan Israel menggunakan drone yang dibuat menyerupai milik Iran untuk melancarkan serangan di sejumlah negara Arab. Tuduhan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang menyebut ada indikasi operasi militer yang sengaja dirancang untuk menyudutkan Teheran di kawasan Timur Tengah.
Araghchi mengatakan pihaknya menerima informasi terbaru mengenai penggunaan drone yang memiliki desain mirip dengan drone tempur Shahed, salah satu model drone buatan Iran yang dikenal luas dalam berbagai konflik regional.
“Belakangan kami menerima informasi yang menunjukkan bahwa Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan ke beberapa negara Arab dari lokasi tertentu,” ujar Araghchi, seperti dikutip dari Doha News, Senin (16/3).
Menurutnya, drone tersebut diduga sengaja dibuat menyerupai teknologi Iran untuk menimbulkan kesan bahwa serangan berasal dari Teheran. Bahkan, perangkat tersebut disebut diberi nama berbeda untuk menyamarkan identitas pembuatnya.
“Amerika Serikat disebut telah mengembangkan drone mirip Shahed milik kami yang dinamai ‘Lucas’. Drone ini kemudian dipakai untuk menyerang berbagai target di negara-negara Arab,” lanjut Araghchi.
Diduga Memicu Ketegangan Regional
Tuduhan serupa juga disampaikan pejabat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Ebrahim Zolfaghari. Ia menilai penggunaan drone yang meniru desain Iran merupakan bagian dari upaya provokasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Menurutnya, strategi tersebut berpotensi memicu konflik antara Iran dengan negara-negara Arab tetangganya.
Zolfaghari menilai operasi semacam ini dapat menjadi alat propaganda yang bertujuan menciptakan persepsi bahwa Iran berada di balik serangan tertentu di wilayah Arab.
Situasi Timur Tengah Memanas
Tuduhan dari Iran muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama setelah berbagai insiden militer dan operasi drone yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Amerika Serikat maupun Israel terkait tuduhan tersebut.
Pengamat hubungan internasional menilai klaim ini berpotensi memperkeruh situasi keamanan regional, terutama jika tidak disertai bukti yang jelas dan transparan.
Ketegangan antara Iran, Israel, dan sekutu Barat selama ini memang menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah.

