CILACAP – Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit (RU) IV Cilacap menuntaskan penyaluran dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sepanjang tahun 2025 dengan total nilai lebih dari Rp2,6 miliar. Penyaluran tersebut menjadi wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah sekitar kilang.
Penyaluran TJSL 2025 disimboliskan melalui penyerahan oleh General Manager Kilang Cilacap, Wahyu Sulistyo Wibowo, kepada Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rahman, dalam kegiatan Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Program TJSL Kilang Pertamina Internasional RU IV Cilacap Tahun 2026–2030. Kegiatan berlangsung di Gedung Patra Graha, Cilacap, Rabu (21/1/2026).
General Manager Kilang Cilacap Wahyu Sulistyo Wibowo menyampaikan bahwa penyusunan Renstra TJSL merupakan langkah strategis untuk memastikan implementasi program TJSL selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), khususnya di Kabupaten Cilacap.
“Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam merencanakan implementasi program TJSL agar sejalan dengan arah pembangunan daerah. Kehadiran para pemangku kepentingan menunjukkan komitmen bersama dalam merumuskan program kerja yang efektif dan berkelanjutan demi mencapai Sustainable Development Goals (SDGs),” ujar Wahyu.
Ia menegaskan bahwa Renstra TJSL bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari upaya mewujudkan visi dan misi jangka panjang perusahaan yang berorientasi pada keberlanjutan.
“Melalui forum ini, kami berharap memperoleh masukan dan rekomendasi yang konstruktif agar penyusunan Renstra TJSL 2026–2030 dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan tepat sasaran,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rahman mengapresiasi komitmen Kilang Cilacap dalam mendukung pembangunan daerah melalui program TJSL yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kilang Pertamina Internasional RU IV Cilacap atas kontribusi nyata melalui program TJSL. Sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha sangat penting untuk mendukung pencapaian target pembangunan, khususnya di bidang pemberdayaan ekonomi, kesehatan, dan penguatan kapasitas masyarakat,” kata Syamsul.
Menurutnya, penyusunan Renstra TJSL yang selaras dengan RPJMD akan memperkuat efektivitas program dan memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan oleh masyarakat Cilacap.
Dalam implementasinya, program TJSL Kilang Cilacap difokuskan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pesisir dan sekitar kilang, peningkatan kualitas kesehatan, pembinaan dan pengembangan UMKM, serta mitigasi risiko bencana. Selain itu, program juga diarahkan pada penguatan kapasitas masyarakat lokal, termasuk kelompok rentan, agar mampu tumbuh mandiri dan berdaya saing.
Wahyu berharap Renstra TJSL Kilang Pertamina Internasional RU IV Cilacap Tahun 2026–2030 dapat menjadi dokumen strategis yang menjadi pedoman perencanaan dan pelaksanaan program TJSL, sekaligus menciptakan nilai bersama (shared value) antara perusahaan, masyarakat, dan lingkungan.
Kegiatan tersebut turut dimeriahkan dengan 14 stan mitra binaan Kilang Cilacap yang memamerkan berbagai produk unggulan. Salah satunya Bank Sampah Abhipraya Kutawaru, Cilacap Tengah, yang menampilkan produk wellbag, inovasi polybag ramah lingkungan berbahan daun nipah atau welit.
General Manager Kilang Cilacap dan Bupati Cilacap juga berkesempatan melakukan praktik langsung pembuatan anyaman wellbag bersama para perajin Bank Sampah Abhipraya.


