Banyumas Raya

Jakarta – Monkeypox pernah menjadi KLB di dua wilayah. Tahun 1970 terjadi kejadian luar biasa pada manusia pertama kali di Republik Demokratik Kongo.
Tahun 2003 dilaporkan perkara di Amerika Serikat, akibat riwayat kontak manusia dengan binatang peliharaan prairie dog yg terinfeksi oleh tikus Afrika yg masuk ke Amerika. Tahun 2017 terjadi kejadian luar biasa di Nigeria.
“Bulan Mei 2019 dilaporkan seorang warga negara Nigeria menderita Monkeypox, ketika mengikuti lokakarya di Singapura. Saat ini pasien dan 23 orang yg kontak dekat dengannya diisolasi buat mencegah penularan lebih lanjut,” kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Anung Sugihantono, MKes, seperti yg dikutip dari siaran pers Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Rabu, (15/05/2019).
Masih menurut Anung, masyarakat tak perlu panik dengan adanya pemberitaan mengenai adanya penyakit Monkeypox yg kemungkinan bisa masuk ke Indonesia.
Monkeypox adalah penyakit akibat virus yg ditularkan melalui binatang (zoonosis).
Penularan bisa terjadi melalui kontak dengan darah, cairan tubuh, atau lesi pada kulit atau mukosa dari binatang yg tertular virus.
Penularan pada manusia, menurut Anung, terjadi karena kontak dengan monyet, tikus gambia dan tupai, atau mengonsumsi daging binatang yg telah terkontaminasi.
Hal yg penting dari virus ini adalah rodent (tikus). Penularan dari manusia ke manusia sangat jarang.
“Wilayah terjangkit Monkeypox secara global merupakan Afrika Tengah dan Barat (Republik Demokratik Kongo, Republik Kongo, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Nigeria, Ivory Coast, Liberia, Sierra Leone, Gabon and Sudan Selatan),” tambahnya.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

