Banyumas Raya

SEMARANG, – Meski cuma melakukan penyegaran ringan, namun PT Honda Prospect Motor (HPM) optimis BR-V tetap memiliki peminat. Bahkan di tengah maraknya persaingan low sport utility vehicle (LSUV) dengan kehadiran produk yang berasal China.
Menurut Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual HPM Jonfis Fandy, usia BR-V yg telah menginjak empat tahun sejak diluncurkan memang bukan lagi berada di segmen trend seeker atau emosional yg terus mencari model-model baru.
“BR-V ini usianya telah empat tahun sejak 2016 kami luncurkan, jadi secara target memang telah tak di tipe trend seeker, tetapi lebih ke daily user loyalis Honda dan smart buyer. Kedua ini yg mencoba kalian pertahankan,” kata Jonfis kepada media di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (2/5/2019).
Baca juga: New BR-V Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp 238 juta
Menurut Jonfis, dibandingkan kedua segmen yg dipertahankan, tipe konsumen trend seeker memang lebih besar, yakni mencapai 80 persen. Sementara 20 persen sisanya, ditempati oleh pengguna loyal dan smart buyer.
Dengan beberapa segmen konsumen tersebut, secara tak segera BR-V memiliki macam konsumen yg sama dengan Mobilio facelift. Kondisi ini pun membuat Honda mengambil sikap lebih realistis dengan tak mematok target baru buat BR-V atau berharap sama seperti sebelumnya, yakni 500 unit per bulan.
Honda BR-V di IIMS 2019Tidak adanya revisi target penjualan, juga dikerjakan karena memang melihat keadaan pasar yg sedang stagnan. Jonfis kemudian melanjutkan, bila tahun ini fokusnya lebih mengusahakan buat menjaga operasional diler lebih sehat dengan menjaga volume mobil agar tak over stock.
Baca juga: Modal DFSK 560 Usik Rush, Terios, dan BR-V
“Kita berharap sama seperti sebelumnya, 500 unit (per bulan). Kita tak dapat ke market trend seeker, karena produk kita ini kan telah lama, jadi beberapa segmen yg 20 persen ini mencoba kami protect. Ini seperti siklus, kalau dua tahun ke depan kalian milik produk baru lagi juga mulai begitu,” ucap Jonfis.
Sumber: http://otomotif.kompas.com
BanyumasRaya.com

