Banyumas Raya

DENPASAR, – Pada 2019 ini, fokus Telkomsel tetap memperluas cakupan layanan 4G LTE sambil berupaya meningkatkan kualitasnya buat pelanggan.
Untuk merealisasikan tujuan itu, Direktur Network Telkomsel, Bob Apriawan menyampaikan bahwa Telkomsel telah menyiapkan 3 teknologi seluler, yakni LTE 4,9 G, LTE TDD MAssive MIMO, dan LTE LAA.
LTE “4,9 G”
Pertama adalah dengan mengimplementasikan teknologi jaringan yg disebut Telkomsel dengan istilah “4,9G”. Teknologi ini diklaim telah mendekati kapabilitas 5G.
Baca juga: Telkomsel Siapkan “Bandwidth” 4,7 TB Per Detik bagi Lebaran 2019
“LTE ada 3 generasi, pertama LTE saja (4G), 4G advanced (4,5G), dan advanced Pro (4,9 G), Telkomsel coba memaksimalkan di LTE Pro guna memastikan layanan terbaik,” kata Bob di acara jumpa media di Denpasar, Selasa (30/4/2019).
LTE TDD Massive MIMO
Yang kedua, Telkomsel memakai teknologi LTE TDD Massive MIMO di kanal frekuensi 2.300 MHz.
Di kanal ini, Telkomsel memiliki spektrum selebar 30 MHz. Kelebihan LTE TDD Massive MIMO adalah dapat menampung kapasitas pengguna lebih banyak dan pengalaman yg konsisten.
Baca juga: Tiga Sebab Turunnya Industri Telekomunikasi di 2018 menurut Telkomsel
Teknologi LTE TDD Massive MIMO telah diuji mencoba Telkomsel di dua ajang internasional di Indonesia, seperti Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang dan IMF World Bank Summit di Bali pada 2018 lalu.
Saat ini, Telkomsel sudah menggelar teknologi tersebut di kota-kota besar seperti Jabodetabek, Batam, Banjarmasin, Makassar, dan Surabaya.
LTE LAA
Kemudian terakhir adalah teknologi LTE LAA (Licensed Assisted Access). Teknologi ini menyerupai carrier aggregation (CA), yg pada intinya adalah penggabungan kanal.
Baca juga: Telkomsel Belum Mau Matikan 2G Karena Pelanggannya Masih Banyak
Hanya saja, kanal yg digabungkan adalah kanal LTE licensed band dengan WiFi 5 GHz. Telkomsel sudah menguji mencoba teknologi ini pada September 2018. Saat itu, Telkomsel mengombinasikan LTE di frekuensi 1,83 GHz dengan WiFi 60 MHz di kanal 5 Ghz.
“Waktu itu kalian dapat mencapai kecepatan downlink hingga lebih dari 800 Mbps,” tutur Bob.
Untuk teknologi LAA ini perizinannya masih dalam proses. Telkomsel berharap seandainya telah keluar izinnya, mereka mampu merealisasikan LTE LAA di area-area yg padat trafiknya, sehingga pelanggan dapat mendapatkan pelayanan yg konsisten.
Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

