Banyumas Raya

Beijing – Volvo Cars mulai mempertahankan China sebagai lokasi pusat ekspor, setelah mencetak kenaikan keuntungan operasional sebesar 0,9 persen pada 2018, kata CEO Volvo Car Group Hakan Samuelsson.
“Saat ini, sebagian besar mobil yg dijual di China dibangun di China, ini memiliki tingkat lokalisasi yg sangat baik,” ujar Samuelsson sepetti dilansir Xinhua.
“Tapi China juga digunakan sebagai pusat ekspor Volvo Cars. Karena tarif yg dikenakan AS, kita harus mendistribusikan ulang,” imbuhnya.
Untuk menghindari kenaikan biaya tarif ekspor, ia menyampaikan bahwa mobil yg diproduksi di China sekarang tak diekspor ke AS, tapi masih mengekspor ke negara ketiga yg tak terpengaruh oleh tarif.
Pada pertengahan minggu lalu, Volvo merilis laporan kinerja perusahaan 2018 dengan laba operasional sekitar US$1,53 miliar, meningkat 0,9 persen dari tahun sebelumnya.
“Hasil yg sesuai dengan harapan kami, tapi tak sepenuhnya sesuai dengan ambisi jangka panjang. Pertumbuhan pendapatan dan penjualan pada 2018 memang sehat, tapi profitabilitas dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti tarif dan meningkatnya persaingan harga di dua pasar,” kata Samuelsson.
Volvo Cars yg diakuisisi produsen mobil China Geely pada 2010, ketika ini memiliki 38.000 tenaga kerja di segala dunia.
Sumber: http://teknologi.inilah.com
BanyumasRaya.com

