Banyumas Raya

JAKARTA, .com – Penyebar berita bohong atau hoaks terkait demonstrasi buruh di Morowali yg dikaitkan dengan tenaga kerja asing (TKA) yang berasal China, sudah ditangkap pihak kepolisian di daerah Cengkareng, Jawa Barat, pada Selasa (29/1/2019).
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo menjelaskan penyidik awalnya melakukan penelusuran terhadap akun pelaku.
Hasilnya, diketahui bahwa akun yg digunakan bagi menyebarkan hoaks tersebut adalah akun pribadi pelaku.
“Hasil profilling Unit IV Subdit II Dit tipidsiber Bareskrim, akun Facebook I adalah akun asli kelihatan dari history postingan,” kata Dedi melalui informasi tertulis yg diterima , Kamis (31/1/2019).
Setelah penelusuran lebih lanjut, penyidik menemukan alamat tempat pelaku berjualan batagor di kawasan Cengkareng. Kemudian, pelaku ditangkap di tempat ia berjualan.
Baca juga: Polisi Tangkap Penyebar Hoaks Demonstrasi Buruh di Morowali
“Pada hari Selasa tanggal 29 Januari 2019, sekitar pukul 16.00 WIB bertempat di Cengkareng Barat, Jakarta Barat, sudah dikerjakan penangkapan terhadap tersangka I yg sudah melakukan tindak pidana menyebarkan berita bohong (hoaks) video demo buruh di Morowali, Sulawesi Tengah,” terangnya.
Diketahui bahwa motif pelaku menyebarkan hoaks tersebut adalah mengimbau agar tenaga kerja lokal dan asing diperlakukan adil.
Dari hasil penggeledahan terhadap pelaku, polisi menyita sebuah smartphone.
Atas tindakannya itu, pelaku dijerat dengan Pasal 14 ayat (2) dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP. Ancaman hukuman terhadap tersangka merupakan hukuman penjara maksimal 3 tahun.
Baca juga: Ini Motif Penyebar Hoaks Demonstrasi Buruh di Morowali
Sebelumnya, beredar kabar mengenai adanya aksi demonstrasi yg dikerjakan oleh para karyawan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) pada Kamis (24/1/2019).
Adapun kabar ini diunggah dalam bentuk video di media sosial Twitter dan situs berbagi video, YouTube pada Kamis (24/1/2019).
Dalam narasi yg dicantumkan dalam video, disebutkan bahwa demonstrasi terjadi akibat ketimpangan penghasilan atau gaji antara pekerja lokal dengan tenaga kerja asing, terutama yang berasal China.
Namun, pihak perusahaan memberikan klarifikasi atas kabar bohong dan disinformasi yg beredar tersebut.
Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

