Banyumas Raya

Jakarta – Berat badan adalah salah tolak ukur bagi tumbuh kembang anak. Ini yg biasa menjadi pembicaraan antar para orangtua saat bertemu.
Tidak perlu bersedih saat berat badan anak mengalami penurunan. Hal yg paling utama adalah cari tahu sebab mengapa berat badan anak dapat menurun atau berada di bawah rata – rata.
Menurut DR. Dr. Conny Tanjung, Sp.A(K), ada dua tata laksana yg dapat Anda lakukan bagi mengatahui sebab berat badan anak berubah. Ini mampu Anda pantau di rumah bersama dengan pasangan Anda.
“Ada dua cara yg mampu dikerjakan orangtua. Yang jelas, orangtua harus mau dan cari tahu sebabnya,” kata Conny, Jakarta, Selasa, (29/01/2019).
Berikut adalah poin utama yg dapat Anda lakukan sebagai orangtua buat memantau tumbuh kembang anak melalui berat badan.
1. Ukur berat badan Dan tinggi badan
Lihat faktor lain, misalnya di bawah 6 bulan. asupan Air Susu Ibu (ASI) apakah telah cukup atau tidak.
“Kalau ASI nya cukup atau salah cara menyusuinya mulai menjadi penyebab penurunan berat badan pada anak,” tambah Conny.
2. Konsumsi MPASI (Makanan Pendamping ASI)
Apakah konsumsi MPASI anak baik atau tidak? Ini harus dilihat apa yg diberikan kepada anak seperti asupan protein telah cukup atau tidak.
“Kemudian seandainya tak berhasil meningkatkan berat badan, dapat diberikan supplement atau bantuan vitamin. Bisa juga diberikan protein lewat susu. Tentu seluruh itu harus melalui konsultasi dokter terlebih dahulu,” papar Conny.
3. Cari penyebab lain
“Ketika anak tak naik berat badan, mampu terjadi misalnya anak mengalami inveksi saluran kemih atau sakit batuk dan pilek. Ini hal yg juga tidak jarang menjadi penyebab,” ujarnya. (tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

