Banyumas Raya

JAKARTA, – Semakin ramainya pengguna jalan beraktivitas di jalan raya membuat risiko terjadinya kecelakaan semakin besar. Kecelakaan pun bisa terjadi di mana saja dengan kemungkinan korban terluka.
Saat peristiwa kecelakaan mulai terus ada pengguna jalan yang lain yg menjadi saksi dan berada di lokasi kecelakaan. Namun bagaimana sikap yg tepat ketika ada kecelakaan terjadi sebab selama ini peristiwa kecelakaan lebih sekedar tontonan pengguna jalan di sekitar lokasi.
Praktisi keselamatan berkendara Rudy Novianto mengungkapkan ketika terjadinya kecelakaan hal yg perlu dikerjakan adalah bertindak menolong. Namun dengan catatan tertentu.
“Pastikan melakukan pertolongan dengan pengetahuan bagi melakukan tindakan pertama ketika kecelakaan. Ini yg sering tak disadari oleh pengguna jalan lain,” ucap Rudy ketika dihubungi Selasa (25/9/2018).
Baca juga: Triliunan Rupiah Habis Hanya bagi Kecelakaan Lalin
Rudy mengungkapkan, selama ini korban kecelakaan segera ditangani dengan gegabah oleh penolong tanpa tahu apakah luka yg diderita mampu menyebabkan sakit yg lebih parah.
Rudy mencontohkan kerap kali korban kecelakaan langsung diangkat bagi dipindahkan ke sisi jalan cuma karena menyebabkan macet.
Di negara-negara berkembang, seseorang tak diperkenankan melakukan tindakan apapun kepada korban kecelakaan seandainya tak memiliki pengetahuan dan sertifikasi penanganan pertama pada kecelakaan. Lantas apa yg bisa dilakukan?
“Memastikan keadaan korban dan langsung melaporkan pada unit reaksi cepat seperti ambulans atau petugas kepolisian yg bisa bertanggung jawab. Tentu setelah sebelumnya meminggirkan kendaraan di tempat aman sebelum turun bagi memberikan pertolongan. Jangan melakukan tindakan apapun sebelum yg memiliki pengetahuan pertolongan pertama,” ucap Rudy.
Sumber: http://otomotif.kompas.com
BanyumasRaya.com

