Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
Banyumas Raya

Jantung adalah salah sesuatu organ vital tubuh kita. Jika kinerjanya tak maksimal, maka kesehatan kalian pun mulai terganggu. Karena tugas jantung adalah memompa darah ke semua bagian tubuh kita. Nah, sekarang apakah anda kadang mengalami nyeri di dada? Kalau iya, anda wajib waspada dan langsung memeriksakannya ke dokter. Karena mampu jadi itu adalah penyakit jantung. Salah sesuatu pertanda bahwa seorang terkena penyakit jantung adalah kadang mengalami nyeri di bagian dada.
“70 persen orang dengan penyakit jantung koroner gejalanya nyeri dada khas, di belakang tulang dada atau lebih kiri sedikit mampu menjalar ke lengan kiri ke belakang hingga ke leher,” ujar spesialis jantung dan pembuluh darah dari RSPI Puri Indah, dr. Johan Winata, Sp.JP (K) mengenai tanda serangan jantungyang perlu diwaspadai.

tanda penyakit jantung 2018 liputan6.com
Sensasinya beragam antara masing-masing penderita, ada yg seperti ditusuk-tusuk, diremas-remas, hingga terbakar. Sementara itu, 30 persen sisanya nyeri dada yg muncul tidak khas, yakni mual, nyeri di bagian rahang dan gigi, jari manis dan nyeri di dada sebelah kanan.
Pada mereka yg menderita penyakit jantung koroner, ada beberapa penyebab yg menyebabkan mereka merasakan nyeri dada, yakni penyempitan dan serangan jantung.
“Kalau penyempitan, semakin lama semakin menyempit aliran darah berkurang. Biasanya timbul kalau kami exercise nyerinya. Aliran darah mengalir terbatas. Ketika istirahat, lama-lama nyeri hilang. Kerja jantung ringan lagi,” papar Johan.
Nyeri dada dan keringat dingin
Sementara pada serangan jantung, penderita umumnya merasakan nyeri dada lebih berat disertai keringat dingin, mual dan muntah. “Kalau serangan jantung, istirahat nyerinya tak hilang. Nyeri selalu menerus. Bisa timbul ketika istirahat. Banyak pikiran tekanan darah naik, gumpalan darah muncul,” tutur Johan.
“Misalnya beberapa bulan dulu nyeri sedikit tapi dua hari ini nyerinya makin sering. Hilangnya makin lama. Itu telah masuk serangan jantung,” imbuh dia.
Berbeda halnya bila seseorang merasakan nyeri dada bukan disebabkan penyakit jantung. Biasanya, ada sejumlah posisi duduk atau postur tertentu yg membuatnya tiba-tiba merasakan nyeri. “Ibu menyusui, ASI enggak keluar, dapat nyeri dada. Posisi lama pegang stang motor juga mampu membuat nyeri,” kata Johan. (Antara/Lia Wanadriani Santosa)
Penyakit jantung adalah salah sesuatu penyakit yg banyak penderitanya di Indonesia. Penyebabnya antara yang lain dari pola makan dan pola hidup yg buruk. Sering mengonsumsi junk food dan jarang berolahraga misalnya. Maka dari itu mulailah hidup secara sehat dari sekarang.
Sumber: Liputan6.com [mg2]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com
JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green mulai Rabu (10/6/2026). Kenaikan...
Di tengah meningkatnya kebutuhan berbagi informasi secara cepat, platform berbasis web seperti NotePaste mulai banyak digunakan oleh pengguna internet. Layanan ini menawarkan fungsi...
JAKARTA – Pemerintah berencana menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat Minyakita dalam waktu dekat. Rencana tersebut mencuat setelah pemerintah melakukan evaluasi...
JAKARTA – Pemerintah menegaskan alokasi gaji bagi manajer Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian dari strategi memperkuat fondasi ekonomi desa, bukan pemborosan anggaran...
JAKARTA – Di tengah tekanan ekonomi dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pusat perbelanjaan, kedai kopi, hingga restoran di berbagai...
JAKARTA — Pemerintah menegaskan rekrutmen besar-besaran sumber daya manusia (SDM) untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bukan sekadar pembukaan lapangan kerja biasa, melainkan...
Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menyatakan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja nasional. Pemerintah menargetkan pembentukan...
Semarang — Jawa Tengah bersiap menghadirkan lompatan besar di sektor ketahanan pangan nasional melalui pembangunan mega farm sapi perah terbesar di Indonesia. Proyek...
Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Indonesia tidak membutuhkan bantuan dana dari International Monetary Fund (IMF) di tengah ketidakpastian ekonomi global....
Semarang — Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jawa Tengah terus menunjukkan progres signifikan. Hingga April 2026, tercatat 5.503 gedung koperasi telah...
JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola...
JAKARTA – Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, digeledah penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Rabu (3/6/2026). Penggeledahan tersebut...
GAZA – Warga Palestina berkumpul di Gaza untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin Hamas, Mohammed Odeh, yang dilaporkan gugur dalam serangan yang disebut...
TAIPEI – Kenangan Coffee resmi memperluas ekspansi internasionalnya dengan membuka gerai perdana di Taipei. Langkah ini menandai strategi agresif brand kopi asal Indonesia...
Di tengah meningkatnya isu perubahan iklim, polusi, hingga krisis energi, dunia kerja mulai bergerak menuju arah baru yang lebih berkelanjutan. Salah satu konsep...
Curhatan seorang pelaut Indonesia viral di media sosial setelah mengaku bertemu kapal tanker milik Pertamina di kawasan Selat Hormuz. Dalam unggahan tersebut, ia...
Jakarta — Aplikasi pesan instan WhatsApp dikabarkan akan segera menghadirkan fitur baru berupa username, yang memungkinkan pengguna berkirim pesan dan melakukan panggilan tanpa...
Cilacap - Tren baru terlihat di industri kopi lokal. Romi selaku pakar branding usaha di Cilacap kini memilih membuka usaha dengan konsep tanpa...
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, menegaskan bahwa seluruh pegawai Koperasi...
China Buka Rumah Sakit dengan 14 Dokter AI Pertama di Dunia China...
Jakarta - Heboh temuan Thailand terkait kemungkinan residu kimia berbahaya yang berisiko...
Jakarta - Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi buka suara...