Banyumas Raya

Demam aplikasi Tik Tok membuat nama Bowo Alpenliebe melambung seketika. Pemuda cilik ini pun sempat menghebohkan netizen dunia maya karena jadi idola anak-anak seusianya. Tak cuma itu, isu meet and greet yg mematok biaya Rp 80 ribu per orang juga sempat menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat.
- Aplikasi video pendek ini sebut jauh dari konten negatif
- Tik Tok bakal batasi usia minimum pengguna di Indonesia
- Bertemu manajemen Tik Tok, Menkominfo minta aturan dipenuhi
Sesaat setelah isu tersebut melejit, Bowo sempat memberikan klarifikasi pada awak media. Ia mengaku tidak pernah menerima sepeser pun uang hasil meet and greet tersebut. Bahkan menurut Bowo, karena isu itu, ia sempat jadi korban bully baik di media sosial maupun di kehidupan nyata.
Kendati menerima kecaman dari dua pihak, Bowo mengaku tidak ingin memperkarakan persoalan meet and greet tersebut ke jalur hukum. “Iya awalnya nggak tahu apa-apa dan uangnya nggak ke aku. Uangnya ke temen yg ngajak itu. Jadi dia kirim DM di IG, bilang ‘Bowo mau nggak meet and greet?’ ya saya kan nggak tahu ya, ya mau-mau aja,” ujar Bowo, ketika ditemui di Kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (5/7).

Bowo sendiri mengaku kaget ketika temannya mematok harga Rp 80 ribu buat meet and greet tersebut. Padahal kedatangannya ketika itu cuma ingin menemui para penggemarnya di aplikasi Tik Tok. Namun lagi-lagi Bowo memaafkan ulah ceroboh temannya itu.
“Nggak tahu, itu diajak teman. Kan pengin tahu aja gitu. Sekarang udah nggak pernah hubungin lagi. Nggak (mau cari tahu juga) sih,” jelasnya singkat.
Karena hal itu pula Bowo mendapat kecaman dan teror di media sosial. Meski begitu ia menegaskan pada para fans bahwa ia sama sekali tidak pernah menarik biaya sepeser pun cuma bagi berfoto. “Ya enggak (bayar) lah,” tandasnya.
(kpl/pur/tmd)
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

