Banyumas Raya

JAKARTA, – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh menegaskan, pihaknya selalu memperkuat soliditas TNI dan Polri dalam menyikapi beberapa insiden keributan yg menimbulkan korban dari TNI dan Polri.
Insiden pengeroyokan dan penusukan oleh oknum anggota Brimob menimbulkan beberapa korban anggota Kodam Jaya, Serda Darma Adi dan Serda Nikolas Kegomoi. Serda Darma meninggal akibat luka tusuk, sementara Serda Nikolas dirawat akibat luka-luka.
Di sisi lain, beberapa anggota polisi Sub Direktorat Pengendalian Massa, Polda Metro Jaya, mengalami luka akibat dikeroyok oleh oknum diduga anggota TNI di Cijantung, Jakarta Timur pada Sabtu (9/6/2018).
“Secara organisasi, TNI AD tetap solid dan senantiasa bersiap mengemban amanah rakyat Indonesia. Di antaranya bermitra dengan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya menyambut Idul Fitri, Pilkada Serentak 2018 serta Asian Games 2018, dan rangkaian Pileg dan Pilpres 2019,” ucap Denny dalam informasi resminya, Senin (11/6/2018).
Baca juga: Dua Polisi Dikeroyok di Cijantung, Polri Minta Soliditas dengan TNI Tetap Dijaga
Kadispenad berharap insiden ini menjadi peristiwa terakhir kalinya. TNI AD meminta jajarannya buat bersikap bijak dan tak bertindak gegabah yg merugikan diri sendiri dan institusi TNI.
“Ke depan, soliditas dan sinergitas TNI-Polri harus direalisasikan sebagai bagian dari keluarga besar yg erat dan lekat, baik di tingkat pucuk pimpinan maupun anggota, karena telah sekian lama rakyat Indonesia merindukannya,” ujar Denny.
Denny berharap segala jajaran TNI-Polri dari tingkat pimpinan hingga pasukan harus berpikir jernih dan obyektif buat menghindari berbagai risiko berkepanjangan atas insiden ini.
“Peristiwa ini yaitu momentum yg sangat berharga untuk TNI-Polri, kami harus menata sinergitas dan soliditas ini secara terstruktur bukan saja dalam pelaksanaan tugas, tapi juga dalam berinteraksi di luar tugas,” kata Denny.
TNI AD, kata Denny, memercayakan penanganan perkara pengeroyokan dan penusukan ini kepada Polri. Denny optimistis Polri bisa menuntaskan perkara ini dengan baik.
“TNI AD tetap berkomitmen dan yakin mulai integritas Polri yang promoter dalam penanganan masalah ini,” ucap Denny.
Baca: TNI AD Percayakan Penanganan Kasus Penganiayaan Anggotanya ke Polri
Denny mengungkapkan, TNI AD turut berduka dan merasa kehilangan seperti yg dirasakan pihak keluarga korban.
Ia menegaskan, TNI AD menyerahkan segala permasalahan ini melalui jalur hukum. Denny meminta semua jajaran terkait peristiwa ini buat menahan diri dan tak memperkeruh suasana. Hal itu demi menjaga kepercayaan dan ketenangan masyarakat terhadap TNI-Polri.
“Semua pihak harus senantiasa menciptakan suasana yg aman dan damai agar masyarakat juga merasa nyaman dan tenang,” ucapnya.
Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

