Banyumas Raya

Sebagian anak kecil biasanya ketakutan dan bahkan histeris seandainya dibawa ke dokter gigi. Kalau telah begitu, agenda memeriksakan gigi pun dapat terganggu.
- Puluhan anak di Purwakarta terjangkit flu Singapura
- 27 Manfaat air beras bagi kulit, wajah, rambut, dan kesehatan tubuh
- 1,7 Juta anak Indonesia belum diimunisasi lengkap
- Tak milik biaya, bocah penderita Cerebral Palsy terpaksa jalani terapi kubur diri
- Balita bertarung melawan gizi buruk
- Presiden Jokowi mulai deklarasi program nasional antistunting
Jika orangtua ingin kunjungan Si Kecil ke dokter gigi lebih gampang dan tanpa pemaksaan sana-sini, ada sejumlah trik yg dapat dilakukan. Berikut tipsnya agar anak lebih berani ke dokter gigi:
1. Mulai sejak dini
Salah sesuatu cara terbaik bagi mengatasi ketakutan anak adalah dengan membawa anak ke dokter gigi sejak dini. Bahkan disarankan ketika gigi pertama anak tumbuh atau saat anak berusia 1 tahun. Dengan memulai pengenalan ke dokter gigi sedini mungkin, selain membuat giginya sehat juga membentuk kebiasaan dan kenyamanan anak ketika ke dokter gigi.
2. Gunakan kata-kata yg positif
Sebisa mungkin hindari kata-kata yg membuat anak takut, seperti suntik, sakit, dan sebagainya. Sebaliknya, katakan kepada anak bahwa dokter gigi mulai membuat giginya bersih, sehat, dan kuat. Penggunaan kata-kata yg positif seperti sehat dan kuat mulai membuat kunjungan ke dokter gigi terdengar fun dan menyenangkan ketimbang menyeramkan.
Jangan pula menyampaikan bahwa semuanya mulai baik-baik saja, karena seandainya ternyata anak membutuhkan perawatan khusus, mampu dipastikan ia mulai hilang kepercayaan dengan dokter gigi maupun Anda.
3. Berikan dukungan penuh
Tidak dimungkiri bahwa anak yg bandel atau berani sekalipun pasti merasa gugup atau waswas saat diajak ke dokter gigi. Apalagi saat dokter gigi akan melakukan pemeriksaan gigi. Karena itu, utama untuk Anda buat memberikan dukungan penuh kepada anak, dengan berada di sesuatu ruangan yg sama ketika perawatan.
4. Jadwalkan waktu khusus
Bagi para orang tua yg bekerja, utama sekali agar Anda mengosongkan waktu yg lebih longgar bagi mengantar anak ke dokter gigi. Jika Anda terburu-buru dan cuma memberi waktu yg terbatas, maka tak diragukan anak pun mulai mengalami kepanikan dan menjadi lebih tegang. Oleh karena itu, rencanakan kunjungan ke dokter gigi jauh-jauh hari, dan pastikan Anda memiliki waktu yg cukup santai buat menemani anak Anda.
5. Latihan dahulu ke dokter gigi
Sebelum pergi ke dokter gigi buat pertama kali, Anda mampu berlatih lalu dengan anak. Anda mampu berpura-pura menjadi dokter gigi, sementara anak sebagai pasien. Hindari menirukan suara mengebor yg membuat anak cemas dan takut. Kuncinya adalah membuat anak familiar lalu dengan prosedur dokter gigi sehingga ia mulai merasa nyaman dengan kunjungan pertamanya.
6. Jelaskan tentang pentingnya kesehatan gigi
Ajarkan kepada anak bahwa memeriksakan gigi ke dokter gigi adalah kewajiban. Jelaskan juga mengenai pentingnya kesehatan gigi, mengapa anak perlu mengonsumsi makanan sehat, dan fungsi dokter gigi buat kesehatan gigi. Dengan demikian, anak mulai lebih antusias dengan kunjungan ke dokter gigi berikutnya.
Pentingnya memelihara kesehatan gigi dan mulut sangat utama bagi diajarkan secara dini kepada anak. Hal ini mulai sangat menguntungkan untuk anak maupun orang tua. Selain itu, dengan menerapkan enam tips di atas, Anda pun tidak perlu kewalahan lagi ketika mengajak anak ke dokter gigi. Semoga bermanfaat!
Sumber: Liputan6.com [ita]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

