Banyumas Raya

Ramadan tahun ini jatuh di musim pancaroba atau musim peralihan yg ditandai dengan hujan dan panas yg silih berganti. Kondisi ini biasanya membuat orang gampang terkena berbagai penyakit.
- Strategi pemerintah ciptakan mudik aman dan nyaman Lebaran 2018
- Penyebab pemudik kerap pilih sepeda motor dibanding angkutan umum
- Sandiaga harap Festival Bedug jadi even internasional
Berdasarkan data Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (PSTA LAPAN) sebagian Pulau Jawa dalam pencitraan satelit yg dimilikinya pada bulan ini telah masuk ke musim kemarau. Hal itu ditandai dengan penurunan curah hujan yg hampir terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia.
Musim pancaroba ini mulai berakhir ketika memasuki puncak musim kemarau pada bulan Juni 2018. Agar aktivitas puasa tak terganggu selama musim pancaroba ini, dua hal mampu dilakukan.
“Pola asupan gizi seimbang tetap menjadi acuan seperti sumber energi, protein, lemak, vitamin dan mineral serta tetap diperlukan sesuai kebutuhan masing – masing orang,” kata ahli diet Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Iis Rosita kepala Health-Liputan6.com, Bandung, Kamis, 31 Mei 2018.
Iis Rosita menjelaskan keadaan cuaca yg tak jelas sekarang, kebutuhan asupan air dalam tubuh ketika berpuasa menjadi hal utama dan harus diperhatikan. Standar asupan air yg diminum, kata Iis, antara enam sampai delapan gelas setiap hari.
Tentunya ketika mengonsumsi air ketika Ramadan dikerjakan pada malam hari. Agar tak merasa jenuh atau bosan mulai kewajiban mengonsumsi air ini, terdapat beberap cara mengakalinya.
“Konsumsi cairan tak harus air putih melulu, tetapi dapat dikombinasikan dengan macam sajian minuman yang lain seperti jus buah, teh manis dan macam lainnya,” ujar Iis.
Makanan dengan nutrisi seimbang
Selain air, kata Iis, agar daya tahan tubuh tetap stabil dari gangguan kesehatan selama berpuasa di cuaca pancaroba, jangan dilupakan makanan yg mengandung protein. Hal itu berlaku buat setiap tingkatan usia lansia, dewasa dan anak-anak. Protein pula dibutuhkan sebagai sumber energi.
Asupan yang lain yg dibutuhkan oleh tubuh ketika berpuasa adalah vitamin dan mineral. Sayuran dan buah-buahan dianggap telah mencukupi sebagai sumber vitamin dan mineral.
“Kan disunahkan oleh nabi ketika buka puasa makan buah kurma, ada baiknya pula disertai dengan mengonsumsi buah-buahan dan sayuran,” jelas Iis.
Saran terbaik, kata Iis, merupakan mencari makanan yg bisa memperbaiki flora usus semisal yogurt. Yogurt disebutkan mampu memperbaiki sistem pencernaan. Jika sistem pencernaannya bagus maka keadaan daya tahan tubuh mulai mengikuti.
Kalangan ahli gizi dan diet meyakini segala penyakit yg timbul, disebabkan keadaan daya tahan tubuh lemah akibat tak sehatnya organ pencernaan. Terganggunya organ pencernaan itu menyebabkan berbagai macam penyakit infeksi.
Sumber: Liputan6.com [ita]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

