Banyumas Raya

Ramadan 2018 jatuh di musim kemarau yg kering. Risiko seseorang mengalami panas dalam pun meningkat.
- cara cepat hamil
- Sayangi saudarimu karena dia bikin kepribadian Anda lebih baik
- Studi: orang gemuk lebih kebal dari penyakit menular
Saat bulan puasa, dua orang mengeluhkan simtom panas dalam seperti sariawan, rasa tak nyaman di tenggorokan dan pencernaan, bibir pecah-pecah, dan tubuh terasa panas.
Dokter spesialis penyakit dalam dari RS Sint Carolus, dr. Laurentius Aswin Pramono, SpPD, M.Epid menjelaskan, puasa memang mengubah proses metabolisme tubuh karena ada waktu di mana kami tak makan. Hal ini tentu memengaruhi kinerja seluruh organ tubuh.
dr. Aswin menambahkan, puasa sebenarnya telah banyak diteliti sangat bermanfaat bagi kesehatan, bahkan pada pasien penyakit kronis seperti diabetes atau mag. Namun puasa sehat harus mematuhi dua aturan, salah satunya dengan minum cukup. Sebab persoalan paling kerap ditemui adalah persoalan kekurangan cairan dan mineral.
Selain tak teratur minum, dua kebiasaan kurang baik seperti terlalu lelah dan banyak beraktivitas sehingga keluar banyak keringat, juga rentan menyebabkan dehidrasi.
Kekurangan asupan cairan mulai menyebabkan dua gangguan. Selain menyebabkan dehidrasi, atau yg orang sebut panas dalam, kekurangan cairan dan mineral rentan menyebabkan tubuh lemas dan gampang terserang penyakit lain. Pada ketika itu, tenggorokan kering maka bakteri atau virus mulai gampang masuk ke dalam tubuh, jelas dr. Aswin dalam acara diskusi Puasa Nyaman Tanpa Panas Dalam di Jakarta.
Jaga asupan cairan
Gejala panas dalam dirasakan oleh orang awam sebagai sumeng (suhu sedikit meningkat), kulit kering, bibir pecah, mulut kering, dan tak nyaman di pencernaan. Untuk mencegah panas dalam ketika puasa, dr. Aswin menyarankan buat memenuhi kebutuhan cairan dan mineral alami selama puasa.
Siang hari kami tak makan atau minum sehingga asupan cairan dimaksimalkan saat berbuka puasa maupun sahur. Selain air putih, kalian dapat minum cairan memang khusus bagi mencegah panas dalam, jelas dr. Aswin.
Reporter: Anisha Saktian Putri
Sumber: Vemale.com [ita]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

