Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
CILACAP – Warga Kabupaten Cilacap masih perlu bersabar menghadapi musim kemarau yang berlangsung lebih panjang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan awal musim hujan 2026/2027 di sejumlah wilayah Cilacap mengalami kemunduran dibandingkan kondisi normal.
Berdasarkan prakiraan BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, awal musim hujan di Kabupaten Cilacap umumnya baru berlangsung pada dasarian II November hingga dasarian I Desember 2026. Waktu tersebut diperkirakan mundur sekitar 20 hingga 30 hari dibandingkan kondisi normal.
Artinya, sebagian masyarakat di wilayah Cilacap masih berpotensi menghadapi kondisi kering hingga memasuki November, bahkan sebagian wilayah baru memasuki musim hujan pada awal Desember.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sebelumnya kekeringan telah berdampak pada puluhan ribu warga di berbagai wilayah Cilacap.
6,7 Juta Liter Air Bersih Sudah Disalurkan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap mencatat hingga 30 September 2026 telah mendistribusikan 1.316 tangki atau sekitar 6,7 juta liter air bersih.
Bantuan tersebut diberikan kepada 29.453 keluarga atau sekitar 62.633 jiwa yang tersebar di 82 desa pada 19 kecamatan.
Dari total distribusi tersebut, sebanyak 298 tangki atau sekitar 1,475 juta liter berasal dari APBD Kabupaten Cilacap. Sementara 1.018 tangki atau sekitar 5,225 juta liter lainnya berasal dari dukungan CSR berbagai pihak.
Kondisi kekeringan tahun ini bahkan disebut mendekati situasi pada 2023, ketika fenomena El Niño turut berpengaruh terhadap musim kemarau. Pada tahun tersebut, kekeringan tercatat melanda 86 desa di 20 kecamatan.
BPBD Cilacap menyatakan distribusi air bersih masih dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah yang terdampak.
Awal Musim Hujan Tidak Bersamaan
Masyarakat perlu memahami bahwa datangnya musim hujan tidak akan terjadi secara serentak di seluruh Kabupaten Cilacap.
BMKG memprakirakan awal musim hujan di wilayah Cilacap berada pada rentang dasarian II November sampai dasarian I Desember 2026. Dengan demikian, ada wilayah yang berpotensi mulai mendapatkan hujan lebih dahulu, sementara wilayah lainnya harus menunggu hingga memasuki Desember.
Dalam istilah klimatologi, satu dasarian merupakan periode sekitar 10 hari.
Selain waktu datangnya hujan yang mundur, sifat musim hujan juga tidak sepenuhnya sama di setiap wilayah.
Sebagian besar wilayah Cilacap diprakirakan mengalami musim hujan dengan sifat normal. Namun, Cilacap bagian timur diprakirakan mengalami musim hujan dengan sifat di bawah normal, yang berarti curah hujannya berpotensi lebih rendah dibandingkan kondisi normal klimatologis.
Puncak Musim Hujan Diprediksi Januari-Februari 2027
Masyarakat juga perlu mencatat bahwa masuknya musim hujan pada November atau Desember tidak berarti seluruh wilayah langsung mencapai kondisi hujan maksimum.
BMKG memperkirakan puncak musim hujan di Kabupaten Cilacap terjadi pada Januari hingga Februari 2027.
Wilayah Cilacap bagian timur, tenggara, dan pesisir tenggara diprakirakan mengalami puncak musim hujan pada Januari 2027.
Sementara wilayah selatan, tengah, timur laut, dan barat laut diprakirakan mencapai puncak musim hujan pada Februari 2027.
Dengan pola tersebut, masyarakat masih memiliki waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan kondisi cuaca dalam beberapa bulan ke depan.
Waspada Cuaca Ekstrem Saat Peralihan
Meski musim hujan belum sepenuhnya tiba, BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap masa peralihan sebagai periode tanpa risiko.
Masa transisi dari kemarau menuju musim hujan diprakirakan mulai berlangsung sekitar pertengahan Oktober hingga November 2026. Pada periode ini, cuaca dapat berubah dengan cepat.
Potensi yang perlu diwaspadai antara lain hujan lebat disertai petir, angin kencang, serta puting beliung. Kondisi tersebut dapat memicu berbagai bencana hidrometeorologi.
Kondisi tanah juga menjadi perhatian, terutama di kawasan dataran tinggi.
Setelah mengalami musim kemarau yang cukup panjang, tanah menjadi relatif kering. Ketika kemudian menerima hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat, kondisi tersebut dapat meningkatkan potensi longsor di wilayah yang memiliki kerentanan terhadap gerakan tanah.
Karena itu, masyarakat di daerah perbukitan dan lereng perlu meningkatkan kewaspadaan ketika hujan deras mulai terjadi.
Musim Hujan Justru Diprediksi Lebih Pendek
Ada hal lain yang perlu menjadi perhatian. Meskipun musim hujan diprediksi datang lebih lambat, durasinya juga diprakirakan lebih pendek dibandingkan kondisi normal.
BMKG memperkirakan durasi musim hujan di Cilacap berkisar 12-17 dasarian atau sekitar empat hingga hampir enam bulan. Durasi tersebut diperkirakan lebih pendek sekitar tiga dasarian hingga lebih dari tiga dasarian dibandingkan kondisi normal.
Kondisi ini membuat pengelolaan sumber daya air menjadi semakin penting.
Di satu sisi, masyarakat harus menghadapi kemarau yang lebih panjang. Di sisi lain, ketika musim hujan datang, periode hujan diprediksi lebih singkat.
Situasi tersebut menjadi tantangan bagi sektor pertanian, penyediaan air bersih, pengelolaan sumber daya air, hingga kesiapsiagaan bencana.
BPBD Siapkan Antisipasi Kekeringan
BPBD Cilacap menyatakan masih melakukan pemantauan terhadap wilayah yang mengalami kekeringan. Distribusi air bersih akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan kondisi di lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Cilacap Taryo mengatakan dukungan berbagai pihak masih diperlukan agar distribusi air bersih dapat terus dilakukan selama masyarakat mengalami keterbatasan sumber air.
Selain mengandalkan APBD, BPBD juga mengoptimalkan dukungan dari lembaga, perusahaan, organisasi, dan kelompok masyarakat.
Dengan prakiraan musim hujan yang mundur, langkah antisipasi menjadi penting agar masyarakat di wilayah rawan kekeringan tetap mendapatkan akses air bersih hingga hujan benar-benar tiba.
Pada saat yang sama, masyarakat juga perlu mulai mempersiapkan diri menghadapi potensi cuaca ekstrem ketika masa peralihan berlangsung.
Musim kemarau yang lebih panjang bukan berarti tidak ada hujan sama sekali. Sebaliknya, hujan dapat muncul secara sporadis sebelum musim hujan benar-benar dimulai.
Karena itu, warga Cilacap disarankan mengikuti informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG serta perkembangan penanganan kekeringan dari BPBD setempat.
Dengan musim hujan yang diprakirakan baru masuk secara bertahap mulai November hingga awal Desember, sementara puncaknya baru terjadi pada Januari-Februari 2027, persoalan ketersediaan air bersih masih menjadi perhatian hingga beberapa bulan ke depan.


