Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
KUMAMOTO, JEPANG – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, terus bertambah. Hingga Kamis (30/7/2026), pemerintah Jepang melaporkan 30 orang meninggal dunia, sementara tim penyelamat masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang diduga masih tertimbun reruntuhan.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan proses evakuasi dan penyelamatan masih berlangsung di sejumlah wilayah yang mengalami kerusakan paling parah.
“Ini adalah perlombaan melawan waktu,” ujar Takaichi saat memberikan keterangan mengenai operasi penyelamatan.
Ribuan Warga Mengungsi
Gempa berkekuatan Magnitudo 6,8 yang terjadi pada Selasa malam (28/7/2026) menyebabkan kerusakan luas di berbagai wilayah Prefektur Kumamoto.
Jalan raya mengalami retak dan ambles, sejumlah bangunan roboh, jaringan transportasi kereta dihentikan sementara, serta ribuan warga terpaksa mengungsi ke lokasi-lokasi evakuasi.
Hingga kini, pemerintah daerah masih melakukan pendataan terhadap kerusakan infrastruktur dan kebutuhan para pengungsi.
Lebih dari 60 Gempa Susulan
Badan Meteorologi Jepang (JMA) melaporkan telah terjadi lebih dari 60 gempa susulan setelah gempa utama.
Magnitudo gempa susulan berkisar antara 1 hingga 4, namun masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan karena masih terdapat potensi guncangan lanjutan.
Pejabat JMA, Shinji Kiyomoto, mengimbau masyarakat agar terus mengikuti informasi resmi dari pemerintah setempat dan tidak lengah terhadap kemungkinan gempa susulan yang lebih besar.
Aeon Mall Alami Kerusakan Parah
Salah satu lokasi yang mengalami kerusakan paling serius adalah Aeon Mall di Kota Kashima.
Sebagian lantai dua pusat perbelanjaan tersebut runtuh akibat guncangan.
Rekaman video yang beredar memperlihatkan kepulan asap putih muncul dari dalam bangunan ketika pengunjung berlarian menuju area parkir untuk menyelamatkan diri.
Menurut laporan tim penyelamat:
- Delapan orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
- Tiga korban meninggal ditemukan di area pusat perbelanjaan.
- Sejumlah orang lainnya diduga masih berada di dalam bangunan saat proses evakuasi berlangsung.
Warga Ceritakan Detik-Detik Mencekam
Sejumlah warga menggambarkan gempa kali ini sebagai salah satu yang paling kuat pernah mereka rasakan.
Hiroko Ogata (75), pemilik restoran di Kota Yatsushiro yang juga penyintas gempa Kumamoto 2016, mengaku belum pernah mengalami guncangan sekuat ini.
“Saya syok dan takut. Saya berlindung di bawah meja, tetapi meja terus bergerak ke kanan dan kiri,” katanya.
Sementara itu, Yui, pemilik toko kue di dekat lokasi terdampak, mengaku sulit membedakan suara gempa dengan suara ledakan ketika bangunan-bangunan di sekitarnya mulai rusak.
Di sisi lain, warga bernama Michal Posan mengatakan rumahnya mengalami kerusakan cukup parah.
Televisi di rumahnya terjatuh, cermin pecah, sementara jalan di sekitar tempat tinggalnya mengalami retakan akibat gempa.
Infrastruktur Lumpuh
Gempa juga menyebabkan gangguan terhadap berbagai layanan publik.
Sejumlah dampak yang dilaporkan antara lain:
- Puluhan ribu pelanggan mengalami pemadaman listrik.
- Gangguan pasokan air bersih di berbagai wilayah Kumamoto.
- Sebanyak 45 fasilitas kesehatan mengalami kerusakan.
- Layanan kereta api dihentikan sementara.
- Jalan dan jembatan mengalami retakan.
- Beberapa bangunan dilaporkan terbakar akibat dampak gempa.
Selain itu, dua situs bersejarah di Kumamoto juga mengalami kerusakan.
Sebagian dinding luar Kastil Kumamoto runtuh, sementara sebuah kuil bersejarah di Yatsushiro dilaporkan mengalami kerusakan berat.
Pemerintah Kerahkan Ribuan Personel
Sebagai respons terhadap bencana tersebut, Perdana Menteri Sanae Takaichi mengerahkan sekitar 4.600 personel gabungan yang terdiri dari aparat keamanan, petugas pemadam kebakaran, penjaga pantai, serta tim penyelamat.
Pemerintah Jepang menegaskan operasi pencarian dan penyelamatan akan terus dilakukan selama masih terdapat kemungkinan korban selamat.
Sekretaris Kabinet Utama Minoru Kihara juga mengimbau masyarakat agar mematuhi arahan evakuasi dari pemerintah daerah dan terus mengikuti informasi resmi melalui radio, televisi, maupun internet.
PLTN Sendai Dilaporkan Aman
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan gempa tersebut tidak menimbulkan gangguan keselamatan di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Sendai yang berlokasi sekitar 100 kilometer dari pusat gempa.
Menurut IAEA, fasilitas tersebut tetap beroperasi secara normal dan lembaga itu akan terus memantau perkembangan situasi.
Jepang Salah Satu Negara Paling Rawan Gempa
Jepang merupakan salah satu negara dengan aktivitas seismik tertinggi di dunia karena berada di pertemuan beberapa lempeng tektonik aktif.
Negara ini mengalami sekitar 1.500 gempa bumi setiap tahun, dengan sebagian besar tidak menimbulkan kerusakan. Namun, wilayah Kumamoto memiliki sejarah gempa besar, termasuk bencana pada tahun 2016 yang menewaskan ratusan orang.
Pemerintah Jepang terus mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan mematuhi seluruh prosedur mitigasi bencana yang telah ditetapkan.


