Cilacap — Seorang nelayan asal Cilacap dilaporkan hilang saat melaut di perairan Samudera Hindia selatan Pulau Nusakambangan. Hingga kini, korban masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
Korban diketahui bernama Sungkowo (50), warga Desa Ujung Gagak, Kecamatan Cilacap.
Berangkat Melaut, Tak Kunjung Pulang
Berdasarkan informasi yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap, kejadian bermula pada Kamis (9/4/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Korban berangkat melaut seorang diri menggunakan perahu untuk menjaring ikan. Namun hingga pukul 21.00 WIB, korban tidak kunjung kembali ke rumah.
Keluarga yang khawatir kemudian melakukan pencarian ke lokasi biasa korban melaut. Namun, mereka hanya menemukan perahu milik korban tanpa keberadaan Sungkowo.
Dilaporkan Pagi Hari, SAR Langsung Bergerak
Kejadian tersebut dilaporkan oleh warga bernama Eko pada Jumat (10/4/2026) pukul 05.45 WIB. Tak lama berselang, tim SAR langsung dikerahkan ke lokasi.
Sekitar pukul 06.00 WIB, satu tim rescue diberangkatkan menuju lokasi kejadian dengan estimasi tiba pukul 08.08 WIB.
Operasi SAR Libatkan Banyak Unsur
Operasi pencarian dipimpin oleh Bima dari Kantor SAR Cilacap dan melibatkan sejumlah unsur, di antaranya:
- Kantor SAR Cilacap
- Lanal Cilacap
- Polairud
- PPSC
- Keluarga dan masyarakat setempat
Peralatan yang digunakan dalam pencarian meliputi:
- Perahu karet (RIB)
- Drone UAV
- Peralatan SAR air dan medis
Lokasi kejadian berada sekitar 19,2 nautical mile dari Pelabuhan Sleko.
Cuaca Mendukung, Pencarian Dilanjutkan
Hingga saat ini, korban masih belum ditemukan. Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan berawan dan relatif mendukung proses pencarian.
Tim SAR gabungan menyatakan akan terus melakukan upaya maksimal untuk menemukan korban.
Kasus nelayan hilang di perairan selatan Cilacap kembali menjadi pengingat tingginya risiko aktivitas melaut di Samudera Hindia. Pencarian masih terus dilakukan, sementara keluarga berharap korban segera ditemukan.

