Jakarta — Proyek logistik berskala besar mulai digerakkan untuk mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Nilainya mencapai Rp10,83 triliun, dengan pengadaan 20.600 unit truk enam ban yang akan memperkuat distribusi hingga ke pelosok desa.
Proyek ini dijalankan oleh PT Putra Mandiri Jembar Tbk (PMJS) melalui dua entitasnya, yakni PT Dipo Internasional Pahala Otomotif (DIPO) dan PT Agrinas Pangan Nusantara (APN).
20.600 Truk untuk Perkuat Distribusi Desa
Dalam kesepakatan tersebut, ribuan truk akan disiapkan untuk mendukung distribusi barang dan logistik ke jaringan koperasi di seluruh Indonesia.
Proyek ini menjadi salah satu pengadaan kendaraan terbesar yang terhubung langsung dengan program Koperasi Merah Putih, yang digagas pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa.
Skema Kontrak Berlapis
Direktur Utama PMJS, Ie Putra, menjelaskan bahwa proyek ini dibangun melalui beberapa lapisan kontrak yang saling terhubung.
Tahapannya meliputi:
- Kontrak induk antara APN dan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors pada 28 November 2025
- Kontrak turunan antara DIPO dan APN di hari yang sama
- Addendum kontrak pada 10 Maret 2026 untuk memperjelas spesifikasi teknis
Struktur ini menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan proyek berskala jumbo tersebut.
Proyek Mulai Berjalan, Dana Triliunan Cair
Proyek ini mulai memasuki fase implementasi setelah dua syarat utama terpenuhi:
- Terbitnya bank garansi dari Bank Negara Indonesia pada 16 Maret 2026
- Pembayaran uang muka sebesar Rp2,84 triliun
Dengan terpenuhinya dua syarat ini, proyek tidak lagi sebatas kesepakatan administratif, melainkan sudah berjalan secara nyata.
Peran Strategis DIPO
Dalam proyek ini, DIPO bertindak sebagai dealer resmi yang bertanggung jawab menyediakan unit kendaraan sesuai spesifikasi.
Tak hanya itu, DIPO juga memiliki peran penting dalam:
- Penyediaan layanan purna jual
- Dukungan operasional jangka panjang
- Menjamin keberlanjutan penggunaan kendaraan
Peran ini memastikan bahwa truk yang disalurkan tidak hanya tersedia, tetapi juga dapat digunakan secara optimal dalam jangka panjang.
Dampak ke Kinerja Perusahaan
Manajemen PMJS menilai proyek ini akan memberikan dampak signifikan terhadap kinerja perusahaan, antara lain:
- Peningkatan volume bisnis
- Lonjakan pendapatan
- Penguatan struktur keuangan
Proyek ini juga menjadi momentum penting dalam ekspansi bisnis sektor kendaraan niaga di Indonesia.
Dampak ke Ekonomi Desa
Lebih dari sekadar proyek korporasi, pengadaan ribuan truk ini memiliki misi besar dalam mendukung ekonomi rakyat.
Distribusi logistik yang lebih lancar diharapkan mampu:
- Mempercepat perputaran barang di desa
- Menekan biaya distribusi
- Meningkatkan daya saing UMKM
Truk-truk tersebut diproyeksikan menjadi tulang punggung distribusi koperasi desa, yang selama ini menjadi salah satu kendala utama dalam pengembangan ekonomi lokal.
Proyek pengadaan 20.600 truk senilai Rp10,83 triliun menjadi langkah strategis dalam memperkuat infrastruktur logistik desa. Dengan skala besar dan dukungan sistem yang terstruktur, program ini berpotensi menjadi penggerak nyata ekonomi berbasis koperasi di Indonesia.

