Tiga kawasan penting di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, yakni Kota Lama, kawasan Unsoed, dan Gerilya-Sudirman, ditetapkan oleh Pemerintah Pusat sesebagai pilot area Integrated City Planning (ICP) Purwokerto.
Langkah ini menegaskan peran Banyumas sebagai pusat pendidikan, wisata, dan bisnis di Jawa Tengah
Hal itu diangkat dalam Lokakarya dan Konsultasi Publik Penyampaian Delineasi Lokasi ICP Kawasan Perkotaan Purwokerto Banyumas, yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Pengembangan Infrastruktur PU Wilayah II, baru-baru ini di Aula Kecamatan Banyumas.
Saat ini ICP akan memasuki tahap penetapan pilot area, selected area dan major projet sebagai dasar penyusunan pedoman dan strategi implementasi menyeluruh,
Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini, dihadiri oleh Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, serta para pejabat daerah dan Pemerintah Pusat.
Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur Wilayah II Kementerian Pekerjaan Umum Airlangga Mardjono, mengatakan perkembangan dan arah studi Integrated City Planning atau ICP saat ini telah memasuki tahapan kedua.
“Pada tahap ke-2 ini, kami akan bergerak lebih rinci menuju kepada penyusunan pilot area,” kata dia, seperti dirilis banyumaskab.go.id.
Dia pun mengatakan bahwa tempat yang digunakan untuk lokakarya itu, merupakan salah satu kandidat pilot area, yaitu kawasan Kota Lama.
“Kemudian kawasan pendidikan Universitas Jederal Sudirman dan serta kota baru Gerilya-Sudirman yang termasuk dalam kandidat pilot area yang akan kita bahas pada hari ini,” ungkapnya.
Dia juga mengatakan bahwa Kawasan Kabupaten Banyumas, direncanakan kelak dapat menjadi pusat pertemuan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah, pusat pendidikan berkelas serta menjadi sentra produksi pangan tanpa meninggalkan fungsi konservasi dan potensi setempat berupa kondisi geografis, aspek demografis, dan kearifan lokal.
Menurutnya hal tak kalah penting yang harus dilakukan pada saat ini adalah penyusunan Demonstration of Investment atau simulasi investasi, yang nantinya akan menjadi dasar bagi Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah untuk menawarkan investasi proyek melalui skema Creative Financing atau pembiayaan kreatif dalam rangka mengimplementasikan studi yang telah diselesaikan, guna keberlanjutan dan kebermanfaatan khususnya bagi Kabupaten Banyumas.
Melalui pertemuan ini, dia berharap mendapat masukan dan kolaborasi dari berbagai pihak yang hadir untuk berpartisipasi pada pengembangan perkotaan ini.
Sementara itu dalam sambutannya, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menuturkan rencana tata kota yang terpadu dan komprehensif merupakan fondasi dari pembangunan yang berkelanjutan.
Namun sebuah rencana tidak akan memiliki pijakan yang kuat tanpa kejelasan batas ruang yang disepakati bersama.
“Karena itu proses delineasi yang kita bahas hari ini menjadi sangat penting,” tuturnya.
Menurutnya momentum ini juga semakin relevan dengan rencana pembangunan jalan tol Pejagan-Cilacap.
Adanya jalan tol ini tentunya akan membawa dampak besar bagi Banyumas, membuka aksesibilitas yang lebih luas, mempercepat arus barang dan jasa serta memperbesar peluang investasi.
Ia juga memohon dukungan dari segenap pemangku kepentingan agar para pihak benar benar memiliki komitmen bersama dalam pelaksanaan program ini.
“Dengan dukungan dan sinergi yang kuat, Saya yakin perencanaan kota ini tidak hanya berhenti pada tataran konsep saja, tetapi dapat diwujudkan secara nyata dalam bentuk program dan investasi yang bermanfaat bagi masyarakat Banyumas,” kata dia.
Untuk diketahui, ICP merupakan bagian dari Program National Urban Development Project yang bertujuan menjembatani perencanaan tata ruang dengan realisasi investasi.
Kabupaten Banyumas ditetapkan sebagai satu satunya kota percontohan ICP di Pulau Jawa, dengan tiga arah pengembangan utama yakni Kota Pendidikan, Kota Wisata serta Kawasan Bisnis dan Pemerintahan.
Melalui kegiatan tersebut, para pihak terkait akan bersama sama mendengarkan paparan, berdiskusi dan menyepakati lokasi pilot area serta major project yang diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi Banyumas, sekaligus menarik partisipasi investasi swasta.

