Banyumas Raya

Jakarta – Bibir dan lelangit sumbing termasuk kelainan kraniofasial yg penyebabnya multifaktorial. Kelainan ini terjadi akibat kegagalan pembentukan bibir dan lelangit pada pekan ke 4 hingga 6 masa kehamilan.
Akibatnya, terdapat celah pada bibir dan lelangit sang bayi.
Menurut dr. Prasetyanugraheni Kreshanti, SpBP-RE (KKF) dari RSCM, hal tersebut pada dasarnya belum diketahui pasti penyebabnya. Namun kebanyakan, karena kekurangan asam folat ketika Ibu mengandung. Selanjutnya, konsumsi obat – obat jerawat dan kulit yg mampu mengganggu perkembangan janin.
“Karena itu, dokter kulit kerap beritanya, apakah pasien sedang hamil? Agar tak diberikan obat – obatan yg mengganggu perkembangan calon bayi di dalam kandungan,” ujar Prasetyanugraheni, Jakarta, Jumat, (12/07/2019).
Selain itu, ada juga dua faktor yg bisa menimbulkan risiko terjadinya kelainan pada anak.
“Salah satunya adalah banyaknya terpapar asap rokok, konsumsi alkohol, dan merokok,” tambahnya.
Keberadaan anak dengan bibir dan lelangit sumbing yaitu salah sesuatu beban persoalan kesehatan yg tidak jarang terabaikan.
Inilah yg mendasari didirikannya Cleft and Craniofacial Center (CCC) RSCM-FKUI dan peringatan Bulan Juli sebagai Bulan Kepedulian Bibir dan Lelangit Sumbing.
Pada Bulan Juli ini, CCC RSCM-FKUI menggelar Cleft and Craniofacial Awareness and Prevention Month yg bertajuk “Berbagi Senyum buat Generasi Penerus Bangsa”.
Secara lebih dekat, Cleft and Craniofacial Center RSCM-FKUI yaitu pusat pelayanan multidisiplin buat penatalaksanaan bibir dan lelangit sumbing serta kelainan kraniofasial lainnya.
Unit ini berada di bawah Divisi Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik, Departemen Medik Ilmu Bedah, RS Cipto Mangunkusumo dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yg menyediakan berbagai layanan.
Tidak cuma pembedahan, namun CCC juga melayani terapi lainnya seperti terapi wicara, makan, dan gigi oleh tenaga medis yg sudah terlatih di bidangnya masing-masing.
Cleft and Craniofacial Center RSCM-FKUI menawarkan pelayanan terpadu buat penderita bibir dan lelangit sumbing yg meliputi pelayanan sejak dini, sesuai tahap pertumbuhan dan perkembangan, multi- dan interdisiplin, serta berkesinambungan.
“Kami sangat antusias buat bisa menggelar kembali Bulan Kepedulian dan Kewaspadaan Bibir dan Lelangit Sumbing pada tahun 2019 ini. Sebagai klinik terpadu yg menangani para pasien bibir dan lelangit sumbing di Indonesia, kalian tentunya ingin turut ambil bagian dan berkontribusi nyata dalam peringatan Bulan Kepedulian dan Kewaspadaan Bibir dan Lelangit Sumbing,” kata Kepala Unit Pelayanan Khusus Cleft and Craniofacial Center RSCM-FKUI, dr. Kristaninta Bangun, SpBP-RE (KKF).
Masih menurutnya, rangkaian acara ini bermaksud buat meningkatkan kesadaraan masyarakat terhadap keadaan bibir dan lelangit sumbing dan akibat yg bisa ditimbulkannya.
“Sehingga hal ini diharapkan bisa menolong para orang tua yg memiliki anak dengan kelainan bibir dan lelangit sumbing bagi mendapatkan keterangan serta penatalaksanaan multidisiplin yg tepat,” tambahnya.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

