Banyumas Raya

Jakarta – Gejala awal skizofrenia umumnya muncul di masa remaja. Karena itu, gejala awal ini tidak jarang disalahartikan, karena dinilai wajar terjadi pada masa remaja.
Pada pria, gejala awal muncul di usia 15-30 tahun. Sedangkan pada wanita, gejala biasanya menyerang kelompok usia 25-30 tahun.
Sejumlah gejala awal skizofrenia merupakan cenderung mengasingkan diri dari orang lain, gampang marah dan depresi, Perubahan pola tidur, kurang konsentrasi dan motivasi, kesulitan dalam mengerjakan tugas sekolah.
Gejala skizofrenia dibagi menjadi beberapa kategori, merupakan positif dan negatif, seperti dikutip dari siaran pers yg diterima ditinjau dr. Tjin Willy selaku dokter dari ALODOKTER, Jakarta, Senin, (08/07/2019).
Gejala positif mengacu pada perilaku yg tak tampak pada individu yg sehat, meliputi:
1. Halusinasi
Halunasi adalah perasaan mengalami satu yg terasa nyata, namun sebenarnya perasaan itu cuma ada di pikiran penderitanya. Misalnya, merasa mendengar sesuatu, padahal orang yang lain tak mendengar apapun.
2. Delusi
Delusi atau waham adalah meyakini satu yg bertolak belakang dengan kenyataan. Gejalanya beragam, akan dari merasa diawasi, diikuti, bahkan sedang Sebagian besar penderita skizofrenia mengalami gejala ini.
3. Kacau dalam berpikir dan berbicara
Gejala ini bisa diketahui dari kesulitan penderita dalam berbicara. Penderita skizofrenia sulit berkonsentrasi, bahkan membaca koran atau menonton televisi saja sangat kesulitan. Caranya berkomunikasi juga membingungkan, sehingga sulit dimengerti oleh lawan bicaranya.
4. Perilaku kacau
Perilaku penderita skizofrenia sulit diprediksi. Bahkan cara berpakaiannya juga tak biasa. Secara tak terduga, penderita mampu tiba-tiba berteriak dan marah tanpa alasan.
Gejala negatif mengacu pada hilangnya minat yg sebelumnya dimiliki oleh penderita. Gejala negatif mampu berlangsung dua tahun, sebelum penderita mengalami gejala awal.
Seringkali, hubungan penderita dan keluarga rusak akibat gejala negatif. Hal ini karena gejala negatif seringkali disalahartikan sebagai sikap malas atau tak sopan.
Gejala negatif umumnya muncul bertahap dan memburuk seiring waktu, di antaranya adalah: Respons emosional yg ganjil, seperti ekspresi wajah dan nada bicara yg tak berubah (monoton), sulit buat merasa senang atau puas, enggan bersosialisasi dan lebih memilih berdiam di rumah, kehilangan minat dan motivasi pada berbagai aktivitas, seperti menjalin hubungan atau berhubungan seks, Pola tidur yg berubah, Tidak nyaman berada dekat orang lain, dan tak mau memulai percakapan, dan tak peduli pada penampilan dan kebersihan diri.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

