Banyumas Raya

Madinah – Kepala Pusat Kesehatan Haji, Dr. dr. Eka Jusup Singka, MSc, menyatakan bahwa segala pasien jemaah haji Indonesia harus dikelola dengan baik.
“Hal tersebut terutama yg berkaitan dengan asupan cairan dan gizinya agar kasus-kasus seperti yg terjadi pada kelompok lansia mampu cepat tertangani,” kata Eka Jusup Singka, Senin, (08/07/2019).
KKHI (Klinik Kesehatan Haji Indonesia) Madinah memberikan layanan kesehatan dasar dan spesialistik.
Klinik yg baru saja diresmikan pada Mei 2019 dulu ini mempunyai 14 dokter umum, 13 dokter spesialis, 33 perawat dan dua tenaga kesehatan lainnya seperti ahli gizi, rekam medik dan sanitarian.
Fasilitas kesehatan berlantai lima ini memiliki fasilitas lengkap akan dari UGD, ICU, depo obat, laboratorium, ruang rawat inap hingga kamar tidur untuk petugas kesehatan haji daerah kerja Madinah dan bandara.
Layanan yg diberikan KKHI tak bersifat eksklusif cuma melayani jemaah haji reguler Indonesia saja. Jemaah haji khusus dan warga negara Arab Saudi seandainya memang membutuhkan layanan kesehatan mulai tetap dilayani.
Berkaca dari layanan tahun-tahun sebelumnya, penyakit yg tidak jarang ditangani di KKHI Madinah diantaranya luka diabetes, kaki melepuh dan heat stroke (sengatan panas).(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

