Banyumas Raya

Jakarta – Pengobatan ditanggung BPJS. Para penyitas kanker otak tak perlu khawatir.
Menurut Dr. dr. Made Agus Ketua Departemen Bedah Saraf MRCCC Siloam Hospital Semanggi, angka harapan hidup atau kesintasan (survival rate) pasien kanker otak kini semakin baik.
“Perkembangan teknologi makin maju, termasuk di Indonesia. Pengobatan di Indonesia sama dengan standar internasional. Angka survival kami sama dengan pusat-pusat kanker yang lain karena kami milik modalitas yg sama dengan yg ada di negara lain,” kata Dr.dr. Made, Jakarta, Rabu, (03/07/2019).
Standar pengobatan kanker otak yakni dengan operasi, radiasi, dan kemoterapi. Setelah kanker diambil dahulu diketahui jenisnya, selanjutnya dikerjakan radioterapi bagi membersihkan sel kanker yg mungkin masih tertinggal. Setelah itu baru dikerjakan kemoterapi.
Kemoterapi bagi kanker otak sedikit berbeda dengan kanker lain. Obatnya berupa pil, bukan cairan yg diinfus.
“Sampai sekarang obatnya hanya satu, yakni temozolamide. Itu terapi standar buat glioblastoma yg telah diterima secara internasional,” jelas Dr. dr. Made.
Temozolamide diberikan dalam enam seri. Dalam sesuatu seri, obat diminum setiap hari selama lima hari. Setelah itu istirahat selama 23 hari. Lalu masuk ke seri dua, istirahat lagi 23 hari, dan begitu seterusnya hingga enam seri.
Efikasi temozolamide sama baiknya dalam bentuk pil maupun infus. Bentuk pil lebih menguntungkan karena efek sampingnya lebih sedikit ketimbang yg bentuk infus. Efek samping biasanya seputar mual dan muntah. Tidak ada keluhan rambut rontok, kulit menghitam, anemia, serta penurunan sel darah putih dan trombosit.
Dalam bentuk pil tak rusak di lambung, sehingga 100 persen diserap masuk ke darah. Lalu mampu tembus 100 persen ke sawar otak, sedangkan obat kemo yg yang lain tak mampu menembus karena molekulnya besar,” papar Dr. dr. Made.
Rangkaian pengobatan kanker otak akan dari operasi, radioterapi, hingga kemoterapi, telah ditanggung BPJS. Sayangnya, temozolamide khusus buat kanker otak grade 4.
“Kabar baiknya, tahun depan buat kanker grade 3 pun ditanggung BPJS,” ujarnya.
Seperti obat kemo lainnya, temozolamide ditujukan buat membunuh sel-sel kanker yg masih tersisa.
Namun perlu digarisbawahi dan juga diketahui oleh segala pihak bahwa definisi sembuh dalam kanker secara umum, termasuk kanker otak bukan berarti kankernya hilang sama sekali, melainkan pentingnya angka harapan hidup atau keselamatan (Survival) dari pasien itu sendiri dan keadaan tak menjadi lebih parah (Patient Progression-free Survival), sehingga tujuan terapi mampu diterima segala pihak.
“Secara medis, pasien disebut sembuh bila tak lagi merasakan gejala, kankernya terkontrol dengan baik, dan kondisinya stabil. Itu telah dianggap sembuh, meskipun kanker tak sepenuhnya hilang,” papar Dr. dr. Made.
Setelah menjalani enam seri kemoterapi, dikerjakan evaluasi dengan MRI kepala. Selanjutnya, monitoring MRI tiga bulan kemudian, dan diulang tiga bulan selanjutnya. Bila hasilnya baik, MRI dikerjakan enam bulan kemudian, dulu diulang enam bulan selanjutnya.
“Kalau hasilnya baik, MRI cukup setahun sekali, dan diulang tiap tahun,” paparnya.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

