Banyumas Raya

Jakarta – Untuk ketika ini, jumlah bidan di Indonesia dikatakan cukup banyak dibandingkan dokter kandungan.
IBI mencatat setidaknya ada sekitar 325.000 bidan yg tersebar hingga ke daerah-daerah di tingkat kecamatan dan desa.
Jumlah ini tentu sangat berbeda jauh dengan jumlah dokter yg ada di semua Indonesia.
Saat ini, menurut sekretariat perkumpulan Obstetri dan Ginekologi (POGI) Cabang Jakarta, dr. Ulul Albab, Sp.OG., dokter kandungan yg ada cuma sekitar 4.036 dengan pemerataan yg belum maksimal.
“Masalahnya sebenarnya bukan dari jumlah dokternya, tapi lebih ke pemerataannya. Untuk ketika ini, memang dokter kandungan masih terfokus di kota-kota besar,” papar dr. Ulul, seperti yg dikutip dari siaran pers, Jakarta, Sabtu, (29/06/2019).
Keterbatasan akses ke dokter kandungan inilah yg akhirnya menjadi salah sesuatu faktor buat dua perempuan, termasuk 55 responden survei GueSehat, bagi lebih memilih berkonsultasi kepada bidan.
Tak cuma itu, perkiraan biaya yg lebih terjangkau dan dukungan bagi menempuh persalinan normal juga menjadi beberapa hal yg membuat layanan kesehatan bidan lebih dipilih oleh para perempuan.
Dapat disadari bahwa di tengah perkembangan zaman, saat para wanita dianggap lebih yakin berkonsultasi dengan dokter kandungan, nyatanya peran bidan tetap tak tergantikan. Hal ini juga sudah dirasakan oleh sekitar 524 atau 64,3 persen responden survei.
Memiliki kompetensi dan ruang lingkup yg berbeda tidak lantas membuat bidan ataupun dokter kandungan saling menggantikan sesuatu sama lain.
Sebaliknya, bidan dan dokter kandungan bekerja saling mendukung layaknya sebuah tim demi kesehatan para wanita Indonesia sejak awal kehidupan, masa reproduksi, kehamilan, persalinan, hingga menopause. (tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

