Banyumas Raya

JAKARTA, – Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan, partainya mulai membahas jatah kursi menteri setelah Mahkamah Konstitusi ( MK) menetapkan sidang sengketa hasil Pemilu 2019.
“Belum, itu sesudah nanti habis putusan MK,” kata Airlangga ketika ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/6/2019).
Senanda dengan itu, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus mengatakan, belum ada pembicaraan terkait pembagian kursi menteri antara Ketum dan jajaran DPP.
Baca juga: Agus Gumiwang Akui Golkar Persiapkan Calon-calon Menteri
“Kami belum tahu alokasi buat kita berapa, pos kementerian apa diberikan. Apakah kursi tersebut terkait kompetensi yg kita miliki dan siapa orangnya. Sampai ketika ini kita masih menunggu,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono mengatakan, partainya layak mendapat empat atau lima kursi menteri dalam periode pemerintahan berikutnya.
Agung menyebut enam nama kader Golkar yg dinilai cocok menduduki kursi kabinet, seandainya Joko Widodo terpilih kembali sebagai presiden.
“Bahwa Partai Golkar tak pernah kekeringan atau kekurangan kader yg mumpuni, yg cakap dan mampu bertanggung jawab dalam tugas-tugas ke depan, baik di eksekutif atau legislatif,” ujar Agung di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (27/5/2019).
Baca juga: Gerindra Berpeluang Masuk Koalisi, Golkar Sebut Harus Dilihat Komitmen Partai
Dua nama yg disebut Agung yakni, Airlangga Hartarto dan Agus Gumiwang Kartasasmita. Keduanya sudah menjabat sebagai anggota Kabinet Kerja dan dinilai layak buat melanjutkan kepemimpinan sebagai menteri.
Selain itu, Agung juga menyebut empat nama lainnya. Masing-masing yakni, Ilham Habibie yg yaitu anak Presiden ke-3 RI BJ Habibie. Kemudian, Ponco Sutowo, Ganjar Razuni dan Indra Bambang Utoyo.
Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

