Banyumas Raya

JAKARTA, – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Saut Situmorang berharap presiden dan wakil presiden terpilih di masa mendatang tidak berkompromi dengan kejahatan korupsi.
“Memang harus zero tolerance (terhadap korupsi) dengan zero tolerance kalian di situ tegas bahwa sekecil apa pun pelanggaran itu harus ada sanksinya,” ujar Saut di sela-sela buka puasa bersama masyarakat sipil di Gedung Penunjang KPK, Jakarta, Selasa (21/5/2019).
Apalagi, kata Saut, Indonesia sudah memiliki Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK). Sehingga implementasi rencana aksi Stranas PK mampu diperkuat.
Salah satunya dengan menempatkan orang-orang yg berintegritas dalam pemerintahan.
Baca juga: KPK Tetapkan 4 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Kapal Patroli
“Kalau itu ketemu dengan orang-orang yg berintegritas, kalau kalian semuanya telah ber-integrity kemudian kami mulai lebih cepat membangun tata kelola yg baik. Lebih cepat membangun, katakanlah banyak impian-impian kami tentang APBN menjadi Rp 4.000 triliun yg pernah kami sebut itu,” ujar dia.
Dengan demikian, Saut optimistis pemerintah ke depan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Selain itu, ia ingin Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia dapat semakin meningkat. Saat ini skor IPK Indonesia adalah 38.
“Kita kan mimpinya 45-an tetapi sekarang kan baru 38. Nah kalau itu dipilih berintegritas, kemudian diseleksi, kemudian ada zero tolerance, penyimpangan sedikit apa pun diberi sanksi, itu mulai lebih cepat,” ujar dia.
Baca juga: Kemenkeu Dukung KPK Tangani Dugaan Korupsi Pengadaan Kapal Patroli Ditjen Bea Cukai
Selain integritas, Saut juga menekankan pentingnya pemerintahan mendatang diisi orang-orang yg profesional. Sebab, persoalan di Indonesia tidak sekadar korupsi.
“Integritas saja tak cukup, karena kami sehari-hari berhadapan dengan variabel yg sulit, ekonomi, kerusakan lingkungan, perizinan, penegakan hukum. Itu kan tak dibutuhkan orang-orang yg tak cuma integrity saja tetapi juga dia mengerti hal-hal yg lebih teliti tentang yg dilakukan ini,” paparnya.
Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

