Pemerintah Kabupaten Wonosobo mengambil langkah unik di bidang pendidikan, yakni tengah merancang program beasiswa berbasis ternak.
Program tersebut bertujuan menanamkan nilai tanggung jawab sekaligus menumbuhkan minat berwirausaha di kalangan pelajar sejak usia dini.
“Kami sedang merancang program beasiswa berbasis ternak, di mana beasiswanya diberikan dalam bentuk kambing. Misalnya, anak-anak SD kelas 5 atau SMP kelas 1–2 bisa mendapatkan satu ekor kambing sebagai tabungan pendidikan. Dengan cara ini, anak-anak tidak hanya bermain, tapi juga belajar bertanggung jawab dalam memelihara ternaknya,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Wonosobo Andang Wardoyo.
Di sisi lain pihaknya menyampaikan apresiasinya terhadap meningkatnya minat generasi muda di bidang peternakan, khususnya dalam pengembangan usaha kambing dan domba.
Menurut Andang, tren positif ini menjadi bukti bahwa kesadaran anak muda terhadap potensi ekonomi di sektor pertanian dan peternakan mulai tumbuh dengan baik.
Ia menilai perkembangan dunia peternakan di Wonosobo dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan kemajuan yang menggembirakan.
“Banyak kecamatan kini memiliki komunitas peternak kambing dan domba, dan yang menarik, sebagian besar digerakkan oleh para petani muda,” ujarnya.
Lebih lanjut, Andang mendorong agar semangat tersebut tidak berhenti hanya sebagai kegiatan hobi, tetapi terus dikembangkan menjadi usaha produktif dan berkelanjutan yang mampu memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat pedesaan.
“Saya sangat senang melihat anak-anak muda mulai terjun dalam dunia peternakan, terutama di bidang peternakan kambing dan domba. Namun, harapan kami kegiatan ini tidak hanya menjadi sekadar hobi, tetapi juga dikembangkan menjadi usaha yang bernilai ekonomi dan berkelanjutan,” kata One Andang Wardoyo Minggu (19/10/2025) mengutip WonosoboZone.
Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan sektor peternakan kambing dan domba di daerahnya menunjukkan tren positif.
Data dari Dinas Pertanian menunjukkan peningkatan jumlah peternak yang cukup signifikan di hampir seluruh kecamatan.
Andang menuturkan, perkembangan tersebut menjadi sinyal baik bagi ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat desa.
Pemerintah daerah pun terus memantau dan menyiapkan langkah strategis untuk mendukung keberlanjutan usaha peternakan di tingkat lokal.
“Alhamdulillah, akhir-akhir ini pertumbuhannya cukup pesat. Di beberapa wilayah sudah mulai banyak, bahkan tadi saya mendapat informasi dari Dinas Pertanian bahwa hampir di seluruh kecamatan kini sudah ada peternak domba,” ujarnya.
Selain mendorong peningkatan jumlah peternak, Andang juga meminta agar instansi terkait menyusun kajian pengembangan peternakan kambing dan domba secara komprehensif. Kajian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk memperluas minat generasi muda agar terjun ke dunia peternakan
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan langkah-langkah kreatif untuk memperkenalkan peternakan sejak dini, salah satunya melalui media edukasi visual yang menarik dan mudah dipahami anak-anak.
“Saya sudah sampaikan kepada teman-teman di lapangan untuk membuat kajian tentang bagaimana kambing dan domba ini bisa berkembang lebih pesat dan lebih diminati oleh anak-anak muda. Selain itu, saya juga meminta agar dibuat video edukasi yang menarik bagi anak-anak,” tuturnya. (net/abw)

