Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
Banyumas Raya

— Apa yg dikhawatirkan pengguna WhatsApp selama ini mulai benar terjadi. WhatsApp resmi mengonfirmasi bahwa aplikasi layanan pesan instan mereka mulai kedatangan iklan. Kabar itu diumumkan segera oleh Vide President WhatsApp Chris Daniels.
“Kami mulai menempatkan iklan di (tab) Status,” ungkap Daniels, sebagaimana Tekno lansir dari Trusted Reviews, Kamis (1/11/2018).
Daniels beralasan bahwa skema ini mampu menjadi ladang pundi-pundi baru buat WhatsApp ke depannya. Khususnya buat para pelaku bisnis bagi berhubungan segera ke target konsumennya.
Sayangnya, Daniels masih bungkam soal jadwal peluncuran iklan ini di WhatsApp. Beberapa laporan menyebut bahwa monetisasi lewat iklan di tab Status ini mulai akan bergulir pada awal 2019.
Sebelumnya memang beredar bocoran tentang iklan WhatsApp di platform Android dan iOS. Berita sebelumnya mengabarkan, monetisasi WhatsApp mulai didukung sepenuhnya oleh fasilitas sistem periklanan Facebook, yg menginduki WhatsApp dan Instagram.
Baca juga: Begini Cara Bikin Status Foto dan Video di WhatsApp
Skema iklan di WhatsApp kemungkinan mulai serupa dengan yg ada di Instagram. Iklan mulai muncul ketika pengguna menggulir Stories, atau fitur Status kalau di WhatsApp.
Kabar soal monetisasi WhatsApp telah lama tersiar. CEO Facebook Mark Zuckerberg disinyalir telah lama menginginkan skema bisnis ini berlaku, bahkan sebelum diakuisisi pada 2014.
Itikad ini pula yg diakui pelopor WhatsApp, Brian Acton, sebagai salah sesuatu alasan dirinya hengkang dari WhatsApp 2017 lalu.
Empat tahun setelah diakuisisi Facebook dengan nilai 19 miliar dollar AS, WhatsApp kini memiliki 1,5 miliar pengguna di segala dunia, mendekati total pengguna Facebook sebesar 2,3 miliar.
Jumlah pengguna sebesar itu cukup meyakinkan untuk para pengiklan bagi mempromosikan produknya.
Baca juga: Cerita di Balik Mundurnya Para Pendiri WhatsApp dari Facebook
Selain mencari uang lewat iklan, WhatsApp juga akan masuk ke area bisnis dengan menawarkan layanan berbayar WhatsApp Business agar pelaku usaha buat mampu segera menghubungi pelanggan via pesan teks.
Perusahaan mana pun yg memakai layanan ini mulai dipungut biaya antara setengah sen (0,005 dollar AS atau sekitar Rp 76) hingga 9 sen (0,09 dollar AS atau sekitar Rp 1.366) buat setiap pesan yg dikirim ke konsumen potensial, tergantung negara.
Awal tahun lalu, WhatsApp mengonfirmasi bahwa 100 perusahaan sudah menguji mencoba fitur ini.
Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com
Sebanyak 4.000 pekerja PT Feng Tay, pabrik pemasok sepatu merek global Nike yang berlokasi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dilaporkan telah dirumahkan. Kondisi...
JAKARTA – Ancaman relokasi industri kembali membayangi sektor manufaktur Indonesia. Dua pabrik komponen otomotif yang beroperasi di Jawa Timur dikabarkan tengah mempertimbangkan pemindahan...
JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) akan menjangkau seluruh aktivitas usaha masyarakat, termasuk pelaku usaha yang menjalankan...
JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green mulai Rabu (10/6/2026). Kenaikan...
Di tengah meningkatnya kebutuhan berbagi informasi secara cepat, platform berbasis web seperti NotePaste mulai banyak digunakan oleh pengguna internet. Layanan ini menawarkan fungsi...
JAKARTA – Pemerintah berencana menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat Minyakita dalam waktu dekat. Rencana tersebut mencuat setelah pemerintah melakukan evaluasi...
JAKARTA – Pemerintah menegaskan alokasi gaji bagi manajer Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian dari strategi memperkuat fondasi ekonomi desa, bukan pemborosan anggaran...
JAKARTA – Di tengah tekanan ekonomi dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pusat perbelanjaan, kedai kopi, hingga restoran di berbagai...
JAKARTA — Pemerintah menegaskan rekrutmen besar-besaran sumber daya manusia (SDM) untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bukan sekadar pembukaan lapangan kerja biasa, melainkan...
Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menyatakan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja nasional. Pemerintah menargetkan pembentukan...
JAKARTA – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat menyatakan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait perkara pengadaan...
JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya memberikan penjelasan terkait penahanan Roy Suryo dan dr Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa yang dilakukan...
JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola...
JAKARTA – Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, digeledah penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Rabu (3/6/2026). Penggeledahan tersebut...
GAZA – Warga Palestina berkumpul di Gaza untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin Hamas, Mohammed Odeh, yang dilaporkan gugur dalam serangan yang disebut...
TAIPEI – Kenangan Coffee resmi memperluas ekspansi internasionalnya dengan membuka gerai perdana di Taipei. Langkah ini menandai strategi agresif brand kopi asal Indonesia...
Di tengah meningkatnya isu perubahan iklim, polusi, hingga krisis energi, dunia kerja mulai bergerak menuju arah baru yang lebih berkelanjutan. Salah satu konsep...
Curhatan seorang pelaut Indonesia viral di media sosial setelah mengaku bertemu kapal tanker milik Pertamina di kawasan Selat Hormuz. Dalam unggahan tersebut, ia...
Di tengah meningkatnya kebutuhan berbagi informasi secara cepat, platform berbasis web seperti...
Jakarta — Aplikasi pesan instan WhatsApp dikabarkan akan segera menghadirkan fitur baru...
Netflix mengumumkan telah mencapai kesepakatan untuk membeli aset film dan layanan streaming...
Gelombang tsunami terkenal sulit dideteksi saat bergerak cepat di lautan lepas menuju...