Banyumas Raya

Dekoruma.com, start-up teknologi di bidang usaha home and living, mengajak para desainer interior dan arstiek di Indonesia bagi berkolaborasi demi memanfaatkan pasar home and living yg semakin berkembang di Tanah Air.
- DANA ingin jadi dompet digital yg mampu melakukan segala transaksi
- Demi investor startup, pemerintah sebut sederhanakan aturan
- 3 CEO startup beri tips hadapi jalan terjal memulai bisnis di Indonesia
Saat ini seiring tren desain rumah modern, permintaan masyarakat terhadap layanan dekorasi hunian semakin meningkat.
Dekoruma memiliki model bisnis e-commerce dan jasa desain interior, serta menyediakan berbagai furnitur, peralatan rumah tangga, serta jasa desain dan membangun berkualitas dengan harga terjangkau.
Filicia, Community Development Executive Dekoruma, menjelaskan meningkatnya minat dan kebutuhan masyarakat dalam sektor home and living, serta menjamurnya bisnis dekorasi hunian, membuat pihaknya mengajak kalangan desainer interior dan arsitek bersama-sama memanfaatkan dan mengembangkan peluang yg ada. Apalagi kemampuan desainer interior dan arsitek Indonesia tidak kalah dengan negara lain.
“Inilah yg mendasari kalian menyelenggarakan seminar edukasi seputar desain interior, sekaligus sebagai sarana jaringan buat para desainer interior dan arsitek,” kata Filicia, dalam keterang pers di Jakarta.
Menurut dia, pihaknya mengadakan acara seminar Interior Design Gathering (IDG) 2018 dengan mengusung tema “Interior Design Business and Its Future”. Selain edukasi oleh para pakar di bidangnya, seminar ini diharapkan menjadi wadah buat desainer interior buat mengembangkan koneksi dan saling berbagi pengalaman.
Dalam salah sesuatu sesi seminar itu, hadir mitra desain Dekoruma, yakni Anugrah Pramaditya. Dia berbagi kesan tentang kemitraan yg dilakukannya bersama Dekoruma. “Bersama Dekoruma dapat memperluas networking dan mampu menjadi sesuatu opsi bijak agar para freelance tetap eksis di dalam bisnis desain interior,” ujarnya.
Pembicara lainnya, Nydia Orlatta, pelopor Ioor Studio, juga ikut berbagi pengalaman serta kiat sukses dalam mendirikan perusahaan desain interior desain.
“Saya menekankan pentingnya menentukan target pasar perusahaan dan membangun komunikasi yg baik dengan klien,” ujarnya.
Sementara, beberapa arsitek dari Bitte Studio, Chrisye dan Seno, mengandalkan keahlian mendesain furnitur (product development) mereka sebagai salah sesuatu strategi bisnis. “Portofolio adalah achievement yg dimiliki seorang desainer dan achievement tersebut sangat menentukan kepercayaan klien terhadap perusahaan,” ungkap Chrisye. [ara]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

