Banyumas Raya

– Operator- operator seluler di Indonesia telah akan menggelar jaringan seluler generasi keempat, 4G LTE, sejak akhir 2014. Namun, hingga kini sebarannya boleh dibilang masih belum merata, terutama di pelosok.
Ceruk inilah yg hendak diisi oleh Net1 Indonesia, operator dan penyedia layanan telekomunikasi seluler seluler dari PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI) yg lalu bernama Ceria.
Usai beralih dari teknologi CDMA ke 4G LTE dengan mengantongi izin jaringan 4G di frekuensi 450 MHz, Net1 fokus mengincar daerah-daerah di Indonesia yg belum mendapat layanan 4G LTE dari operator lain.
Net1 menyediakan paket internet buat individu (B2C), namun, target utamanya adalah kalangan bisnis (B2B), pemerintah (B2G), dan wholesale.
“Kami ingin menolong para pelaku bisnis di daerah mendigitalkan usaha mereka lewat koneksi internet berkecepatan tinggi,” ujar CEO Net1 Indonesia, Larry Ridwan, saat berkunjung ke redaksi , Jumat (19/10/2018).
Selain itu, Net1 turut menjalin kerjasama dengan sejumlah pemerintah daerah akan dari tingkat Kota, Kabupaten, hingga Propinsi di Indonesia buat menyediakan akses internet broadband buat masyarakat, khususnya daerah suburban dan pelosok.
Daftarnya mencakup Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupatan Halmahera Barat, Kabupaten Kepulauan Talaud, Kota Tual, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Kabupaten Sangihe, Kabupaten Teluk Bintuni, dan Kabupaten Kaimana.
Menurut informasi dari Net1, dari 260 juta penduduk Indonesia, sebanyak 65 juta masih belum terjangkau layanan 4G. Apabila dikerucutkan lebih jauh menjadi 17 juta berdasarkan buying power dan faktor lain, maka angkanya tetap signifikan buat mengembangkan pasar.
Hingga pertengahan tahun ini, menurut data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, baru 55 persen dari 83.218 desa/ kelurahan di Indonesia telah terjangkau jaringan 4G LTE. Cakupannya diharapkan meningkat menjadi 100 persen pada 2019 mendatang.
Satu-satunya di 450 MHz
Larry mengatakan, Net1 menggelar layanan 4G LTE di frekuensi 450 MHz. Izinnya resmi dikantongi pada September 2016 setelah menjalani uji laik operasi.
Net1 yaitu satu-satunya operator seluler di Indonesia yg menggunakan frekuensi band 31 tersebut bagi jaringan 4G LTE. Operator seluler yang lain di Indonesia lebih banyak menggelar 4G LTE di frekuensi lebih tinggi, seperti 900 MHz, 1.800 MHz, hingga 2.300 MHz.
Pemilihan frekuensi 450 MHz bukan tanpa alasan. Larry menyebut jangkauan sinyal frekuensi ini lebih jauh dibandingkan spektrum yg lebih tinggi, sehingga cocok bagi karakter geografis Indonesia yg memiliki kontur beragam dan banyak pulau.
Contoh perangkat 4G mobile WiFi router (kiri) dan 4G fixed Wifi wouter Net1.“Jangkauan sinyal 4G di fekuensi 450 MHz dapat mencapai 100 KM,” ujarnya seraya memberikan contoh sebuah mobile WiFi router 4G Net1.
Bentuknya mirip dengan mobile router lain, tetapi di kedua sisinya terdapat antena yg menurut Larry berfungsi sebagai penguat sinyal. Kecepatan transfer datanya diklaim mampu mencapai 35 Mbps.
Net1 memang memaketkan layanan selulernya dengan perangkat penerima khusus. Untuk konsumen individu, ada mobile WiFi yang gampang buat dibawa-bawa.
Sementara, pengguna bisnis dan pemerintahan bisa memakai 4G fixed WiFi router yg sanggup melayani lebih banyak user secara bersamaan.
Ingin mengisi kekosongan
Saat dihubungi secara terpisah, Marketing Communication Head Net1 Indonesia, Ryana, menyampaikan bahwa, meskipun belum resmi launching, Net1 telah memulai komersialisasi layanan 4G LTE sejak April 2017.
Hingga kini, dia mengklaim Net1 telah memiliki 40.000 pelanggan di yg tersebar di segala Indonesia. Para pelanggan ini dilayani oleh 600 BTS yg seluruhnya memancarkan sinyal 4G LTE.
Logo Net1 IndonesiaDari informasi yg tertera di situsnya, layanan 4G LTE Net1 sudah mencakup 261 Kabupaten/ Kota di segala Indonesia, berikut 26.124 desa.
Cakupan layanan itu meliputi daerah-daerah di sejumlah pulau di wilayah Indoneisa Barat hingga Timur, seperti Aceh, Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tenggara hingga Maluku yg menjadi wilayah operasional paling Timur.
Ke depan, Net1 berencana lebih lanjut mengembangkan layanannya ke daerah-daerah yang lain yg belum terjangkau, yakni Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, hingga Papua dan Papua Barat.
Ryana mengatakan, di area operasional Net1, jaringan operator yang lain biasanya mentok di 3G sehingga tak berbenturan segera dengan Net 1.
“Kami tak jualan di area yg telah dipadati 4G operator lain. Misi kalian adalah mengisi kekosongan area-area yg belum atau tak dijangkau operator lain,” ujarnya.
Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

