Banyumas Raya

– Dua perusahaan raksasa komputasi, Microsoft dan Oracle, menjalin kerja sama buat mengintegrasikan layanan komputasi awan (cloud computing) mereka.
Menurut Scott Guhrie, Executive VP of Microsoft Cloud and AI, penggabungan layanan cloud ini bertujuan bagi mempermudah pengguna dari masing-masing layanan bagi memakai aplikasi serta memindahkan database antar cloud storage.
Integrasi kedua layanan cloud ini, menurut Don Johnson, Executive VP of Oracle Cloud Infrastructure, juga bakal menghemat biaya pengaturan ulang (re-architect) sistem seandainya pengguna ingin migrasi aplikasi dan data mereka antar cloud.
Penggabungan server cloud ini juga memungkinkan penggunanya memakai sesuatu akun bagi masuk ke layanan cloud, baik memakai akun Microsoft atau akun Oracle.
Baca juga: Cara Google Atasi Tantangan Cloud di Indonesia
Selain itu, mereka juga mampu memakai aplikasi kustom berbasis cloud Microsoft di layanan cloud Oracle dan juga sebaliknya.
Untuk diketahui, integrasi layanan cloud Microsoft dan Oracle ini baru diterapkan bagi server cloud Azure (Microsoft) di kawasan Timur AS dan server cloud Ashburn (Oracle) di kawasan Amerika Utara, sebagaimana dihimpun Tekno dari TechCrunch, Senin (10/6/2019).
Belum diketahui secara pasti kapan server cloud kedua perusahaan di region yang lain bakal disatukan.
Namun, pihaknya menyebut dua server di kawasan yang lain mulai diintegrasikan dalam dua waktu ke depan.
Baca juga: Peringatan Microsoft buat Pengguna Windows XP dan 7
Sebagai informasi, selain menggandeng Oracle, Microsoft juga selalu menjalin kerja sama dengan dua perusahaan besar buat mempercepat bisnis mereka di bidang data center dan komputasi awan.
Hal itu dikerjakan pihaknya buat bersaing dengan layanan cloud raksasa yang lain seperti Google dan Amazon (AWS). Sebelumnya, Microsoft diketahui sudah menggandeng SAP, Adobe, dan Sony.
Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

