Banyumas Raya

Ada dua hal utama yg harus dimiliki oleh sebuah kendaraan tempur sebuah pasukan militer. Misalnya kemampuan tempur dan kecanggihannya, mengingat jaman yg telah sangat maju dan perkembangan teknologi yg juga sedemikian cepatnya.
- Moskow dan Washington sepakati KTT Putin-Trump
- Presiden Venezuela sebut Wapres AS Mike Pence ular berbisa
- Bertemu Menhan AS, Xi Jinping tegaskan tidak mulai untuk wilayah kekuasaan
Senjata yg berupa kendaraan tempur tank dan baju besi sudah menghasilkan keuntungan besar dalam 30 tahun terakhir. Untuk urusan mobilitas, kendaraan tempur darat masih memakai konfigurasi berbasis trek atau roda yg sama. Trek lebih berguna buat medan pasir dan kasar, sementara roda memungkinkan gerakan cepat di jalan.
Tetapi bagaimana seandainya Anda dapat memiliki keduanya?

Kendaraan Militer AS 2018 liputan6.com
Dilansir dari popularmechanics, Rabu (27/6/2018), Program Reconfigurable Wheel Track (RWT) baru DARPA bisa membuat serangkai roda berubah menjadi trek dengan cepat. RWT mampu berubah dari trek ke roda dan kembali lagi dalam beberapa detik saja dengan sekali menekan tombol. Ini memungkinkan tank bisa mengoptimalkan diri dengan cepat ketika medan berubah.
X-Vehicle milik roda yg bisa berubah dari ban biasa menjadi roda berbentuk segitiga, layaknya roda Transformer. Roda yg awalnya bundar ketika berjalan seketika mampu berubah bentuk segitiga, ketika lintasannya berbeda. Perubahan roda mampu dikerjakan saat X-Vehicle sedang beroperasi.
Sistem roda ini dikembangkan oleh Carnegie Mellon University National Robotics Engineering Center (CMU NREC). Demonstrasi kendaraan ini telah berlangsung di Aberdeen Test Center, Maryland pada Mei 2018.
X-Vehicle berfungsi buat melindungi pasukan AS saat terjun ke area hutan belantara. Bahkan, tank ini diklaim dapat menerobos area dengan keadaan jalan yg sulit buat dilalui. Kendaraan ini juga dilengkapi sistem sensor multiple onboard dan teknologi peningkat resolusi tinggi yg memungkinkan pengendara buat memantau situasi dengan jangkauan 360 derajat.
DARPA menyatakan, tujuan penting proyek ini ialah meningkatkan mobilitas, daya tahan hidup, keamanan, dan efektivitas prajurit dalam pertempuran di masa yg mulai datang.
“Kami mencari cara buat meningkatkan daya tahan hidup dengan tidak mengurangi tombol di kokpit serta kru asisten pengemudi,” papar Mayor Amber Walker, Manajer program GXV-T.
“Untuk mobilitas, kalian mengambil pendekatan radikal dengan menghilangkan persenjataan. Kami memilih buat melakukan pengembangan di bagian penggerak supaya kendaraan dapat bergerak cepat serta tanpa kendala meskipun melewati beragam keadaan jalan,” lanjut Walker.
A post shared by Automotips (@automotips) on Jun 25, 2018 at 3:05am PDT
Bukan tanpa alasan kalau kekuatan militer Negeri Paman Sam ini menjadi salah sesuatu yg terbesar dan terkuat di dunia. Baik dilihat dari segi jumah anggotanya, kecanggihan alat tempurnya, dan juga anggaran per tahunnya.
Sumber: Liputan6.com [mg2]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

