Banyumas Raya

Perusahaan riset International Data Corporation (IDC) baru-baru ini mengeluarkan data hasil survei terbaru miliknya. Survei terbarunya itu membahas tentang pengapalan smartphone secara global.
- Samsung Galaxy J6 dan J4 resmi dirilis, ini harga dan spesifikasi lengkapnya
- Inilah harga HP di akhir bulan sekitar Rp 2 juta-an
- Xiaomi beri bocoran Mi 8 meluncur akhir Mei 2018
Dilaporkan Phone Arena, Jumat (1/6), terdapat penurunan sebesar 0,3 persen atau menjadi sekitar 1,4 miliar unit dari total jumlah pengapalan smartphone global pada tahun lalu.
IDC memprediksikan, tren pengapalan smartphone di tahun ini mulai cenderung melesu. Kemungkinan besar sampai akhir tahun ini, terjadi penurunan 0,2 persen. Hanya saja, penurunan pengapalan ini tidak mulai terjadi secara selalu menerus.

Kemungkinan industri smartphone kembali merangkak pada tahun 2019. Kurang lebih pertumbuhannya sebesar 3 persen. Lalu, pada tahun 2022, jumlah pengapalan smartphone mulai mencapai 1,6 miliar unit.
Kemudian, dari sisi operating sistemnya, perangkat berbasis Android tetap menjadi jawara dengan prosentase 84,8 persen dari total pengapalan smartphone tahun ini. Jumlahnya sekitar 1,2 miliar unit.
Sementara, bagi pengapalan smartphone berbasis iOS pada tahun ini diperkirakan mencapai 221,4 juta unit dengan pangsa pasar 15,1 persen. Perkiraan IDC pada 2022, pengapalan smartphone Android dapat menembus angka 1,4 miliar unit dengan pangsa pasar 85,3 persen. Pada ketika itu, pengapalan iPhone mulai tumbuh menjadi 242, 5 juta unit. [rzk]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

