Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
Banyumas Raya

Sebuah kabar menyebutkan Indonesia bakal didera gelombang panas mematikan. Badan Meteorologi, Kllimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun segera angkat bicara mengenai kabar tersebut.
Kabar tersebut pertama kali diembuskan di laman Deutsche Welle (DW) dengan judul Indonesia Akan Didera Gelombang Panas Mematikan. Artikel ini yaitu tulisan ulang dari artikel sebelumnya yg terbit 20 Juni 2017.
BMKG menyatakan, kabar tersebut terlalu bombastis. Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal, mengatakan, artikel DW itu didasari paper ilmiah Camilo Mora yg terbit di Jurnal Nature Climate Change pada Juni 2017 dengan judul Global Risk of Deadly Heat.
“Pemberitaan DW Indonesia dengan judul yg bombastis dengan kesan terkonsentrasi pada dampak besar yg mulai terjadi di Indonesia sebenarnya tak cukup relevan dengan kajian ilmiah paper Mora et al (2017) tersebut,” tulis Herizal di laman BMKG, Selasa (24/4).
Artikel tersebut, lanjut Herizal, mengkaji naiknya risiko ketakmampuan kapasitas tubuh manusia bertahan terhadap panas akibat kenaikan temperatur perubahan iklim. Kajian tersebut memakai data perkara kematian terkait gelombang panas dari tahun 1980-2014 dan menemukan 783 masalah kejadian gelombang panas berdampak kematian dari 164 kota di 36 negara.
“Hasilnya, dengan menghitung indeks threshold global suhu harian udara permukaan dan kelembaban udara (RH) yg menjadi pemicu kematian pada kejadian gelombang panas ditemukan 30 persen penduduk bumi ketika ini terpapar threshold global suhu dan RH tersebut, setidaknya 20 hari dalam setahun,” jelas Herizal.
Menurutnya, pemberitaan DW tersebut pun sebenarnya tak cukup relevan dengan kajian ilmiah paper Mora et al (2017) tersebut. Hal itu dikarenakan, paper Mora et al tak menyebut Indonesia secara spesifik. Bahkan Indonesia tak termasuk dari 164 kota dari 36 negara yg dikaji dalam paper tersebut.
“Juga data kejadian gelombang panas yg dipakai sebagai dasar analisis dan pengambilan kesimpulan tak ada satupun yg berasal dari Indonesia, sebagian besar data gelombang panas terjadi di Eropa dan Amerika Utara, sebagian kecil di India, China dan Australia,” jelasnya. [ara]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com
KUALA LUMPUR – Google mengumumkan rencana investasi senilai 15 miliar dollar AS atau sekitar Rp271 triliun di Malaysia selama periode 2027–2028. Investasi besar...
JAKARTA – Dunia internet sempat menghadapi gangguan besar pada 22 Oktober 2026. Sejumlah situs pemerintah dan layanan digital di berbagai negara dilaporkan tidak...
BATANG – Indonesia bersiap memasuki babak baru dalam pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Sebuah AI Factory berskala raksasa akan dibangun di Kabupaten Batang,...
Meta resmi meluncurkan aplikasi baru bernama Seller, sebuah platform khusus yang dirancang untuk membantu pengguna mengelola aktivitas jual beli di Facebook Marketplace. Aplikasi...
Sebanyak 4.000 pekerja PT Feng Tay, pabrik pemasok sepatu merek global Nike yang berlokasi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dilaporkan telah dirumahkan. Kondisi...
JAKARTA – Ancaman relokasi industri kembali membayangi sektor manufaktur Indonesia. Dua pabrik komponen otomotif yang beroperasi di Jawa Timur dikabarkan tengah mempertimbangkan pemindahan...
JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) akan menjangkau seluruh aktivitas usaha masyarakat, termasuk pelaku usaha yang menjalankan...
JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green mulai Rabu (10/6/2026). Kenaikan...
Di tengah meningkatnya kebutuhan berbagi informasi secara cepat, platform berbasis web seperti NotePaste mulai banyak digunakan oleh pengguna internet. Layanan ini menawarkan fungsi...
JAKARTA – Pemerintah berencana menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat Minyakita dalam waktu dekat. Rencana tersebut mencuat setelah pemerintah melakukan evaluasi...
JAKARTA – Kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara memasuki babak baru. Mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo...
CILACAP – Hujan ekstrem yang mengguyur wilayah Kabupaten Cilacap dan Banyumas, Jawa Tengah, sejak Jumat malam (30/10/2026) hingga Sabtu pagi (31/10/2026), memicu banjir...
Tokyo - Cuaca ekstrem hebat tengah melanda wilayah Jepang bagian selatan. Badan Meteorologi Jepang (JMA) melaporkan bahwa Topan Champi (Topan No. 30) telah...
JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa serta pengelolaan dana siap...
CILACAP — Kabupaten Cilacap menjadi salah satu wilayah di Jawa Tengah yang perlu mendapat perhatian serius dalam pengurangan risiko bencana, khususnya terhadap ancaman...
BATANG – Indonesia bersiap memasuki babak baru dalam pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Sebuah AI Factory berskala raksasa akan dibangun di Kabupaten Batang,...
JAKARTA – Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda membuat sebaran material vulkanik meluas ke sejumlah wilayah Pulau Jawa dan Sumatra. Selain abu...
SEOUL – Bergabungnya pevoli putri Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi dengan Hyundai Hillstate menjadi sorotan besar di Korea Selatan. Kehadiran opposite hitter asal Indonesia...
KUALA LUMPUR – Google mengumumkan rencana investasi senilai 15 miliar dollar AS...
JAKARTA – Dunia internet sempat menghadapi gangguan besar pada 22 Oktober 2026....
BATANG – Indonesia bersiap memasuki babak baru dalam pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan...
Meta resmi meluncurkan aplikasi baru bernama Seller, sebuah platform khusus yang dirancang...