Banyumas Raya

– Saat menjelajah internet lewat browser, sering ada saja iklan yg kemunculannya memperlambat kinerja peramban karena menyita terlalu banyak sumber daya.
Google selaku raksasa internet yg sebagian besar pendapatannya berasal dari iklan agaknya menyadari bahwa kemunculan iklan jenis ini dapat menganggu pengguna.
Mungkin sebab itulah, Google belakangan diketahui mengembangkan fitur di peramban Chrome besutannya bagi memblokir iklan yg mampu membuat “lemot”.
Fitur yg bersangkutan kini masih diuji mencoba di peramban open-source Chromium yg menjadi basis Google Chrome.
Baca juga: Cara Menghapus Riwayat Internet dan Lokasi di Google Secara Otomatis
Google menyebut iklan yg rakus sumberdaya sebagai “heavy ads” alias iklan “berat”. Kriterianya, sebuah iklan disebut “berat” apabila menyita trafik jaringan sebesar 4 MB atau CPU time selama 60 detik.
Nantinya, seandainya pengguna membuka suatu situs dan di sana ada iklan yg masuk di dalam kriteria tadi, maka Chrome mulai otomatis memblokirnya, sebagaimana dirangkum Tekno dari 9to5Google, Jumat (5/7/2019).
Ketika diblokir, mulai muncul pesan “Ad removed” dengan tombol “Details”. Ketika tombol ini di-klik, maka mulai muncul informasi berbunyi ” Iklan ini memakai terlalu banyak sumberdaya di perangkat Anda, jadi Chrome memblokirnya”.
Ilustrasi informasi iklan berat yg diblokirBelum diketahui kapan fitur itu mulai ditambahkan ke peramban Google Chrome, kalaupun benar nantinya mulai benar-benar diwujudkan.
Bukan kali ini saja Google menguji mencoba fitur pemblokir iklan. Beberapa waktu lalu, Google juga dikabarkan bakal launching fitur ad blocker terintegrasi di dalam Chrome.
Baca juga: Google Chrome Akan Mulai Blokir Iklan yg Mengganggu
Fungsinya adlaah memblokir 12 macam iklan yg bersifat intrusive aias mengganggu, baik di Chrome versi PC atau smartphone. Fitur itu disebut-sebut bakal diluncurkan pada 9 Juli mendatang.
Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

