Banyumas Raya

Apple Park yg disebut mulai menjadi markas baru Apple masih diselubungi misteri. Tak banyak keterangan mengenai fasilitas baru yg disiapkan sebagai kantor pusat perusahaan berlogo apel tersebut.
- Apple Developer Academy buktikan anak muda RI bertalenta di bidang teknologi
- Menuju industri 4.0, anak muda digembleng jadi pengembang aplikasi
- Berguru ke markas Apple, Andika ingin bantu Indonesia di bidang teknologi
- Pertama di Asia Tenggara, Apple Developer Academy resmi buka di BSD
- 5 tokoh sukses ini pernah dipecat dari pekerjaannya
- Pusat riset Apple di BSD mulai setara di California
Namun, baru-baru ini sang CEO Tim Cook mengungkapkan sedikit detail dari kantor baru tersebut. Dalam sebuah kesempatan, ia menyebut segala pegawai mendapatkan jatah meja buat berdiri (standing desk).
“Kami memberikan semua pegawai kita standing desk. Jadi, mereka mampu berdiri sebentar, dahulu duduk, begitu pula sebaliknya. Hal ini lebih baik bagi gaya hidup,” tuturnya.
Tak lupa, ia mengajak petinggi perusahaan yang lain buat menyediakan fasilitas standing desk serupa. Bos Apple itu memang pernah mengutip pernyataan dokter yg menyebut kebiasaan duduk yaitu ‘kanker’ baru.
Karena itu, fasilitas standing desk kini dipastikan hadir di Apple Park. Terlebih, kebiasaan duduk berlama-lama memang disebut memiliki risiko kesehatan yg cukup serius.
Sekadar informasi, pengembangan Apple Park sendiri masih selalu berlangsung hingga ketika ini. Sebelumnya, kantor ini dilaporkan mulai dibuka pada April 2017, tetapi harus diundur.
Gedung raksasa yg berlokasi di Cupertino, California, Amerika Serikat (AS) ini mengusung arsitektur dengan desain melingkar seperti UFO. Tak heran, Apple Park tidak jarang dijuluki sebagai gedung UFO punya Apple.
Melihat kemegahan Apple Park, tentu biaya pembangunan gedung memakan jumlah begitu besar. Apple dikabarkan menghabiskan sekitar US$ 5 miliar atau Rp 66,6 triliun.
Apple Park yg dulunya dinamai Apple Campus 2 juga dipastikan milik sejumlah fasilitas mewah sekelas hotel bintang lima.
Selain gedung inti, Apple Park memiliki terowongan raksasa yg digunakan bagi lahan parkir, fasilitas outdoor seperti jogging track, kolam renang, taman hingga restoran, dan dua gedung lainnya.
Area perkantoran ini juga disebut sebagai ‘kota kecil Apple’ karena dilihat dari tahap pembangunannya, gedung itu tidak sekadar berfungsi sebagai ‘kantor’ saja, melainkan juga sebuah fasilitas raksasa Apple tempat segala aktivitas berlangsung.
Selain fasilitas riset dan pengembangan, Apple Park juga mulai memiliki fasilitas kebugaran dengan luas 9.290 meter persegi. Bangunan raksasa ini juga mulai mendapatkan beberapa buah lokasi parkir yg mampu memuat 11.000 mobil.
Awal mula ide pembangunan markas baru Apple ini tercetus oleh Steve Jobs pada 2011. Apple Park bakal memakai panel solar buat memberikan setidaknya 75 persen energi listrik ke fasilitas-fasilitas lain.
Sumber: Liputan6.com
Reporter: Agustinus Mario Damar [faz]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

