Banyumas Raya

New York – Ford dan Volkswagen (VW) memenuhi janji bagi mengumumkan perluasan aliansi global mereka dalam pengembangan kendaraan listrik dan kemudi otonom.
Untuk hal tersebut, VW pun mengeluarkan investasi baru sebesar US$7 miliar atau sekitar Rp98 triliun.
Dalam kesepakatan itu, VW bergabung bersama Ford dalam berinvestasi di Argo AI, perusahaan platform teknologi kendaraan otonom yg selama ini dimiliki Ford.
Dengan investasi ini, baik Ford maupun Volkswagen memiliki jumlah saham yg sama di Argo AI.
Pengumuman aliansi baru di New York, AS itu dihadiri CEO VW AG Herbert Diess, Presiden dan CEO Ford Jim Hackett, serta CEO Argo AI Bryan Salesky.
Selanjutnya, Ford dan VW mulai menerapkan sistem self-driving (SDS) Argo AI pada kendaraan-kendaraannya mendatang yg mulai dipasarkan di Eropa dan AS.
VW dan Ford secara mandiri mulai mengintegrasikan SDS Argo AI ke dalam kendaraan yg dibuat khusus buat mendukung inisiatif pergerakan orang dan barang dari kedua perusahaan.
Teknologi SDS Argo AI juga mulai diterapkan pada layanan berbagi perjalanan (ride-sharing) dan jasa pengiriman barang di wilayah urban yg padat.
Ford dan VW mulai memiliki saham yg sama di Argo AI, dan gabungannya. Kedua perusahaan otomotif ini mulai memiliki mayoritas besar. Sisanya mulai digunakan sebagai kumpulan insentif bagi karyawan Argo AI.
“Sementara Ford dan VW tetap independen dan sangat kompetitif di pasar, bekerja sama dan bekerja dengan Argo AI pada teknologi utama ini memungkinkan kita bagi memberikan kemampuan, skala, dan jangkauan geografis yg tiada banding,” kata Hackett.
“Membuka kunci sinergi di berbagai bidang memungkinkan kalian memamerkan kekuatan aliansi global kami di era kendaraan pintar ini bagi dunia yg cerdas,” imbuhnya.
Ford mulai menjadi pembuat mobil pertama yg memakai artisektur kendaraan listrik khusus Volkswagen dan Modular Electric Toolkit atau MEB bagi kendaraan-kendaraannya yg mulai dipasok ke Eropa pada 2023.
Ford mengharapkan dapat menyediakan lebih dari 600.000 kendaraan di Eropa dengan memakai artitektur MEB selama enam tahun, dengan model kendaraan baru yg sedang disiapkan.
Ini mendukung strategi Eropa Ford, yg selalu bermain pada kekuatannya, termasuk pada kendaraan komersial, dan kendaraan ikonik yg diimpor seperti Mustang dan Explorer.
Adapun VW akan mengembangkan arsitektur MEB pada tahun 2016, menginvestasikan sekitar US$7 miliar pada platform ini. Produsen mobil Jerman tersebut berencana bagi memakai platform ini buat membangun sekitar 15 juta mobil bagi Grup VW saja dalam dekade mendatang.
Bagi Ford, memakai arsitektur MEB Volkswagen adalah bagian dari investasinya yg lebih dari US$11,5 miliar pada kendaraan listrik di semua dunia, dan mendukung komitmen Ford bagi menawarkan kepada pelanggan Eropa beragam kendaraan listrik sambil memenuhi komitmen keberlanjutannya.
“Ke depannya, mulai lebih banyak pelanggan dan lingkungan yg bakal mendapat manfaat dari arsitektur EV terkemuka di industri Volkswagen. Aliansi global kalian akan memperlihatkan janji yg bahkan lebih besar, dan kalian selalu melihat bidang-bidang yang lain di mana kalian mungkin berkolaborasi,” papar Diess.
Sumber: http://teknologi.inilah.com
BanyumasRaya.com

