Banyumas Raya

Mitsubishi Motors Indonesia telah menaikkan volume produksi Xpander dari 6 ribu unit per bulan menjadi 10 ribu unit sejak Januari 2018. Bisakah inden Xpander lebih cepat dari ketika ini?
- Mitsubishi Berambisi Kuasai Setengah Lebih Pasar Kendaraan Niaga
- Mitsubishi Motors kirim software khusus bagi selesaikan idle-Up Xpander Indonesia
- Mitsubishi Xpander raih pangsa pasar 28 persen di Februari 2018
Imam C Cahya, Head of Sales and Marketing PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), mengungkapkan, pihaknya belum mampu menjamin hilangnya inden Xpander,pasca-kenaikan volume produksi pabrik. Sebab segala tergantung varian yg dipesan konsumen.
“Untuk inden tergantung variannya. Tapi Xpander masih tetap inden 3-4 bulan, seandainya konsumen memesannya sekarang. Sebab kenaikan volume produksi jadi 10 ribu unit per bulan itu telah termasuk bagi pasar ekspor yg sekitar 2.500 unit,” ujar Imam ketika Xpander Media Touring di Solo, Senin (5/3).
Sejak debut global di Agustus tahun lalu, jumlah pemesanan Xpander telah lebih dari 55 ribu unit. Sementara penjualan wholesales-nya mencapai 27 ribu unit per Februari 2018.
Kata Imam, wilayah Jabodetabek masih berkontribusi terbesar terhadap penjualan Xpander, yakni sekitar 45 persen. Lengkapnya, wilayah Sumatera berkontribusi 16 persen, Jawa Barat 9 persen, Jawa Tengah dan Yogyakarta 9 persen, serta Jawa Timur- Bali-Nusa Tenggara 14 persen, Kalimantan 4 persen, dan Sulawesi 3 persen.
“Untuk varian, kini pemesanan Exceed semakin besar, telah akan seimbang dengan tipe Ultimate yg selama ini mendominasi pemesanan Xpander,” ujarnya.
Menurutnya, kenaikan penjualan varian Exceed memperlihatkan bahwa real segmen buyer telah akan berkembang, dari semula emotional buyer, yg membeli Xpander ketika awal peluncuran karena terpikat dengan desain Xpander.
Varian Exceed adalah varian menengah Xpander yg memiliki total 6 varian. Exceed transmisi otomatis dijual Rp 230 juta (on the road Jakarta), sedangkan transmisi otomatis Rp 219 juta. Varian tertinggi Xpander adalah Ultimate yg bertransmisi otomatis dan dijual Rp 250,4 juta. Sedangkan varian terendah, GLX, transmisi manual Rp 194 juta. [ega]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

