Banyumas Raya

Jakarta – Dyandra Media International Tbk sukses menyelenggarakan Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 melalui bisnis unit PT Dyandra Promosindo. IIMS yg berakhir 5 Mei 2019 lalu, menorehkan pencapaian sangat baik tahun ini dengan pengunjung mencapai 528.943 orang.
Jumlah Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) di IIMS mencapai total 15.928 unit, terdiri dari 13.288 unit kendaraan roda empat dan 2.640 unit kendaraan roda dua. Sedangkan dari sisi transaksi, nilai totalnya mencapai Rp5 Triliun lebih.
Presiden Direktur Dyandra Rina R. Maksum menyampaikan, Telkomsel IIMS 2019 yaitu salah sesuatu pameran otomotif terbesar tahunan di Indonesia. Perhelatan yg dibuka oleh Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto pada 25 Mei 2019, diikuti 26 merek kendaraan roda empat, 17 merek kendaraan roda dua, serta lebih dari 350 perusahaan lokal maupun internasional.
Merek kendaraan roda empat antara yang lain Audi, Bentley, BMW, Brand X, Chevrolet, Datsun, DFSK, Dodge, Ferrari, FIN Komodo, Ford, Honda, Hyundai, Jeep, Lamborghini, Mazda, McLaren, Mercedes-Benz, MINI, Mitsubishi, Nissan, Porsche, Suzuki, Toyota, Volkswagen, dan Wuling.
Sedangkan exhibitors kendaraan roda beberapa terdiri dari Aprilia, Benelli, BMW Motorrad, Gesits, Harley-Davidson, Honda, Husqvarna, Kawasaki, KTM, Kymco, Lambretta, Moto Guzzi, Piaggio, Royal Enfield, Suzuki, Triumph, dan Vespa.
“Kami berharap, bisa memberi wadah yg menampilkan produk industri otomotif baik dari lokal maupun internasional, sarana edukasi, wadah Business to Business (B2B) buat industri aftermarket, dan pertunjukan entertainment lainnya seperti Infinite Live sehingga pengunjung mampu merasa lebih terhibur,” kata Rina, dalam informasi tertulisnya kepada .
Kendaraan produsen lokal yg hadir di pameran tahun ini adalah FIN Komodo, produsen kendaraan multifungsi. Hadir juga Gesits, produsen motor listrik pertama karya anak bangsa yg bersiap dipasarkan.
Yang tidak kalah menarik juga adalah kehadiran truk berukuran raksasa, Caterpillar 777E, serta peran serta para pelaku industri maritim dalam Indonesia Boating Gathering.
Selain Telkomsel IIMS 2019, ketika yg bersamaan juga digelar Muslim Fashion Festival (MUFFEST) pada 14 Mei 2019 di Jakarta Convention Center. Acara ini juga diresmikan oleh Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto.
Tahun ini, MUFFEST yg mengusung tema ‘Singularity’ berhasil membukukan total nilai transaksi Rp40,3 miliar serta menarik 51.971 pengunjung selama empat hari penyelenggaraan.
Optimisme Semester II
Dengan kesuksesan event-event internasional itu, Dyandara mulai lebih menggenjot event-event sepanjang semester kedua, baik nasional maupun internasional. Salah satunya adalah penyelenggaraan roadshow Festivaland, sebuah festival musik sidestream yg mulai menampilkan 46 musisi.
Hadir para musisi yg di antaranya Ari Irham, Barasuara, Danilla, Dipha Barus, Diskopantera, Efek Rumah Kaca, Fiersa Besari, Fourtwnty, FSTVLST, Killing Me Inside, Pee Wee Gaskins, Pusakata, Seringai, Shaggy Dog, Sisitipsi, Stars & Rabbit, The Sigit, Tipe-X, serta Wahyu Selow & Weird Genius.
Festivaland mulai hadir di 10 kota kedua di Indonesia merupakan Manado, Banjar Baru, Pontianak, Makassar, Pekanbaru, Samarinda, Palembang, Jember, Purwokerto, dan Semarang. Bakal digelar bulan Juli hingga November 2019, Festivaland menargetkan 218.000 pengunjung di rentang usia 1835 tahun.
Rina berharap di semester kedua mendatang, bisnis unit Dyandra agresif dalam menyelenggarakan event-event dengan ide yg lebih kreatif dan inovatif, agar tercapai stabilitas keuangan di triwulan berikutnya. Begitu juga dengan bisnis unit lainnya, merupakan bisnis pendukung event, bisnis ruang konvensi dan pameran dan bisnis hotel yg saling berkolaborasi sesuatu sama lain.
“Kami berkomitmen bagi tetap menjaga peningkatan kinerja Dyandra sepanjang tahun 2019 ini,” kata Rina.
Laporan keuangan interim Dyandra akhir Maret 2019, mencatat laba kotor perusahaan naik 2,7 persen menjadi Rp42,4 miliar, meskipun pendapatan sedikit menurun seandainya dibandingkan periode yg sama tahun lalu, merupakan 24,7 persen atau menjadi Rp129 miliar.
Menurut Rina, Dyandra tetap optimistis dapat memenuhi target pendapatan sepanjang 2019.
“Sampai ketika ini, Dyandra telah mengantongi 70 persen kontrak kerja dari target pendapatan yg mulai dilaksanakan sepanjang 2019 nanti,” pungkas Rina.
Sumber: http://teknologi.inilah.com
BanyumasRaya.com

